Sulutnow.com, Manado-Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Yayasan Kanker Anak Pejuang Hebat (YKAPH) yang ke-4, yang digelar pada Sabtu, 16 November 2024, di Casa Bakudapa, Jalan 17 Agustus, Manado, bukan hanya sekadar sebuah acara rutin.
Acara ini menjadi sebuah momen penuh haru yang mengingatkan kita akan betapa kuatnya perjuangan para anak-anak penderita kanker, para orang tua yang mendampingi, dan para pengurus serta donatur yang tanpa henti memberikan dukungan.


Kolase berlangsungnya acara HUT YKAPH ke 4
Di balik perayaan ini tersimpan kisah-kisah luar biasa tentang cinta, keteguhan hati, dan semangat untuk bertahan hidup.
Acara yang penuh kebersamaan ini dimulai dengan suasana yang hangat dan ceria.
Sebuah lagu berjudul “Hati yang Gembira Adalah Obat” dinyanyikan bersama oleh seluruh hadirin, menciptakan suasana yang penuh sukacita meski di tengah perjalanan panjang yang penuh tantangan.

Kolase berlangsungnya acara HUT YKAPH ke 4
Setelah itu, dilanjutkan dengan lagu “Disini Senang, Disana Senang” yang semakin mengangkat semangat mereka yang hadir.
Namun, tak hanya suasana ceria yang tercipta, acara ini juga diselingi dengan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Rommel Pelleng, yang menyampaikan pesan mendalam tentang arti perjuangan yang dihadapi oleh YKAPH.
Dalam khotbahnya, pendeta mengingatkan bahwa pelayanan yang dilakukan oleh pengurus YKAPH bukanlah hal yang mudah.
“Apa yang mereka lakukan bukan hanya sekadar tugas, tetapi adalah sebuah perjuangan. Sama seperti nama yayasan ini, ‘Pejuang Hebat’, para pengurusnya pun adalah pejuang yang tak kenal lelah. Meskipun usia mereka tidak muda lagi, mereka terus berjuang demi anak-anak penderita kanker, memberikan kesempatan untuk hidup lebih lama, dan harapan untuk sembuh,” ungkap pendeta dengan penuh penghormatan.
Pernyataan ini senada dengan apa yang disampaikan oleh salah satu donatur yang hadir.
Ia menyampaikan rasa syukur karena dapat menjadi bagian dari perjuangan YKAPH.
“Tuhan memakai kami untuk menjadi bagian dari perjuangan ini. Melalui donasi yang kami berikan, kami ingin memberikan kasih sayang kepada anak-anak yang sangat merindukan perhatian dan kasih orang tua mereka. Semoga semua orang tua diberikan kesehatan dan kelancaran dalam proses pengobatan anak-anak mereka. Dan bagi anak-anak yang telah sembuh, semoga Tuhan selalu melindungi dan memberkati mereka,” doa donatur tersebut, yang penuh dengan harapan.
Dokter I Gede Pati Arsana, Spd, mewakili Pangdam XIII/Merdeka, juga memberikan apresiasi yang tinggi terhadap perjuangan YKAPH.
“Bagi saya, ini adalah perjuangan luar biasa. Ini adalah perjuangan dari anak-anak yang hebat, orang tua yang luar biasa, pengurus yang tak kenal lelah, dan para donatur yang penuh kasih. Mereka semua berjuang demi kehidupan, demi harapan yang tak pernah pudar,” ujarnya dengan semangat yang tulus.
Tidak hanya dari kalangan medis, dukungan juga datang dari pihak kepolisian.
Komandan Sucipto dari Polda Sulut dan Pranoto dari Polres juga menyampaikan pesan yang penuh semangat.
“Kami berharap YKAPH terus berkembang dan bertahan. Semoga yayasan ini semakin kuat dalam menghadapi segala tantangan, dan semakin banyak anak-anak yang bisa mendapatkan harapan dan kesembuhan melalui dukungan yang diberikan,” tegas mereka.
Salah satu momen yang paling menyentuh datang dari Bunda Laras, seorang pengurus aktif YKAPH yang juga memberikan kontribusi besar dalam pendidikan anak-anak yang sedang dalam perawatan.
Bunda Laras Sipora Derek menceritakan bagaimana perjuangan anak-anak ini seolah menjadi permainan takdir di atas papan catur yang tak pernah berakhir.
Dia menceritakan kisah seorang anak dari Ujung Pandang yang beberapa waktu lalu dipanggil pulang Tuhan setelah berjuang keras melawan penyakit kanker.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah memberikan dana dan dukungan kepada anak-anak ini selama proses perawatan mereka. Tanpa bantuan mereka, perjuangan anak-anak ini akan semakin berat,” ungkapnya dengan suara yang bergetar.
Bunda Laras juga berbagi cerita tentang bagaimana YKAPH tak hanya memberikan bantuan medis, tetapi juga pendidikan kepada anak-anak yang tidak bisa bersekolah karena sedang menjalani perawatan intensif.
“Ada anak yang kehilangan kedua bola matanya akibat kanker, namun berkat perjuangan dan dukungan yang diterima, dia akhirnya bisa sembuh dan kembali ke Palu. Itulah bentuk kemenangan yang luar biasa,” cerita Bunda Laras, dengan mata yang berkaca-kaca.
Kebaikan hati para donatur juga dirasakan langsung oleh Mama Kadafi, yang datang jauh-jauh dari Ternate untuk mengungkapkan rasa syukurnya.
“Anak saya bisa bertahan hidup sampai saat ini berkat bantuan dari Yayasan Kanker Anak Pejuang Hebat. Jika tidak ada yayasan ini, mungkin anak saya tidak akan berada di sini sekarang. Kami sangat bersyukur, terutama kepada Bunda Henny Tjiptamaya yang telah mengarahkan kami melalui jalan yang penuh harapan ini,” katanya dengan penuh terima kasih.
Sama halnya dengan Mama Queen, seorang ibu yang saat ini anaknya tengah menjalani perawatan intensif di YKAPH.
“Bunda Henny adalah malaikat tak bersayap yang diutus Tuhan untuk menyelamatkan anak-anak penderita kanker. Saya hanya bisa berdoa agar para pengurus dan donatur YKAPH diberikan kesehatan dan terus diberkati,” ujarnya dengan penuh keikhlasan.
Pesan yang sama juga disampaikan oleh Kepala Bidang P2P Sulut, dr. Gysje Pontororing, mewakili Kadis Kesehatan Sulut.
Ia mengakui bahwa kanker adalah salah satu penyakit yang menakutkan, baik bagi anak-anak maupun orang tua.
“Namun, berkat perjuangan bersama antara anak-anak, orang tua, pengurus yayasan, dan donatur, banyak anak yang bertahan hidup dan sembuh. Semoga YKAPH terus berkembang dan semakin sukses dalam membantu anak-anak penderita kanker,” ungkapnya.
Di penghujung acara, Ketua YKAPH, Bunda Henny Tjiptamaya, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah mendukung yayasan ini.
“Kami bisa bertahan dan terus memberikan bantuan karena adanya dukungan yang luar biasa dari para donatur, relawan, dan semua yang terlibat. Terima kasih kepada semua yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk terus berjuang bersama anak-anak ini,” ujar Bunda Henny dengan penuh syukur.
Ia juga menyampaikan bahwa perayaan ini digelar pada tanggal 16 November, bertepatan dengan kesibukan Pemilu, namun ia dan tim tetap bersemangat.
“Terima kasih kepada semua yang hadir, kepada para donatur yang terus mendukung kami, dan kepada seluruh pihak yang telah memberi kontribusi besar dalam perjalanan YKAPH. Semoga Tuhan memberkati kita semua,” kata Bunda Henny, menutup acara dengan doa yang tulus.
Perayaan HUT ke-4 YKAPH ini bukan sekadar sebuah acara tahunan.
Ini adalah sebuah perayaan kehidupan, sebuah perayaan tentang harapan yang tak pernah padam, dan sebuah pengingat bahwa dalam setiap perjuangan ada cinta, ada keberanian, dan ada Tuhan yang selalu mendampingi.
YKAPH, dengan segala perjuangannya, terus mengajarkan kita semua arti sebuah harapan, kesabaran, dan kerja sama dalam mengatasi setiap tantangan hidup. (lix)










