Sulutnow.com, Manado – Di tengah dunia yang sering kali terfokus pada kepentingan diri, tak banyak yang memiliki panggilan untuk melayani sesama, terutama mereka yang sedang menghadapi ujian hidup terberat.
Namun, Henny Tjiptamaya, Ketua Yayasan Kanker Anak Pejuang Hebat (YKAPH) Sulawesi Utara, dengan penuh ketulusan membuktikan bahwa kasih sayang dan tekad yang kuat mampu meringankan beban anak-anak yang berjuang melawan kanker.


Foto Bunda Henny Tjiptamaya saat memberikan bingkisan kepada salah satu anak penderita kanker
Perjalanan Henny dimulai dari kegiatan doa di Radio Sumber Kasih.
Bersama timnya, termasuk para penyiar, mereka mengunjungi rumah sakit untuk memberikan doa dan semangat bagi pasien.
Pelayanan ini awalnya sederhana, namun lambat laun menjadi panggilan hidup yang lebih besar.
Titik balik dalam perjalanan Henny terjadi saat ia mengunjungi ruang perawatan kanker anak di RSUP Prof. DR RD Kandou Manado.
Di sana, ia bertemu dengan anak-anak yang tengah berjuang melawan kanker dan orang tua yang penuh harapan, namun terbatas dalam kemampuan.

Momen pasang lilin di HUT YKAPH
Beberapa orang tua bahkan meminta Henny untuk mendirikan yayasan guna membantu mereka.
“Mereka meminta kami untuk mendirikan yayasan yang dapat membantu mereka,” kata Henny mengenang.
Sejak saat itu, Henny bersama tim mulai mengunjungi rumah-rumah anak penderita kanker.
Dari kunjungan itu, mereka menyadari bahwa banyak dari keluarga ini berasal dari kalangan kurang mampu.
Hati Henny semakin tersentuh untuk membantu mereka.
Bersama tim, ia bertekad memberi harapan bagi anak-anak tersebut.
Dengan tekad yang kuat, mereka mulai mengumpulkan dana dengan cara yang tak biasa, berjualan kue dan makanan.
“Kami tidak memiliki donatur di awal, tapi kami percaya Tuhan akan membuka jalan,” ujar Henny dengan keyakinan.
Meskipun tidak ada bantuan besar pada awalnya, semangat mereka tidak pernah padam.
Setelah tiga tahun, YKAPH berdiri kokoh, melalui berbagai suka dan duka.
Henny mengungkapkan bahwa dalam perjalanan yayasan ini, ada anak-anak yang sembuh, namun ada juga yang tidak dapat bertahan.
“Melihat anak-anak yang kami rawat sudah seperti keluarga, kepergian mereka adalah pukulan yang sangat berat bagi kami,” kata Henny, dengan mata berkaca-kaca.
Meski demikian, Henny tidak pernah menyerah.
“Banyak anak-anak yang membutuhkan bantuan, dan sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu. Kami bertekad membantu mereka agar bisa sembuh dan meraih masa depan yang cerah,” tegasnya.
Pandemi Covid-19 waktu itu tidak menghalangi langkah YKAPH.
Di saat banyak orang harus tinggal di rumah, Henny dan timnya tetap berjuang.
“Kami terus bergerak, karena anak-anak penderita kanker tidak bisa menunggu,” kenangnya.
Dalam keterbatasan, mereka berjuang memastikan anak-anak tetap mendapat perawatan, terutama bagi mereka yang terkendala BPJS Kesehatan.
“Selama masa sulit itu, kami terus menghimpun donatur dan berjuang hampir setiap minggu. Ibu Henny menjadi pilar yang tidak tergoyahkan bagi kami,” ujar Bunda Sipora Derek, salah satu koordinator yayasan.
Para orang tua dan pihak medis terus memberi semangat, sementara Henny dan timnya tetap memberi dukungan.
Bagi banyak orang, Henny Tjiptamaya adalah sosok malaikat yang menyelamatkan.
Sebagai ibu bagi anak-anak penderita kanker, ia memberikan mereka bukan hanya perawatan medis, tetapi juga harapan dan kekuatan untuk terus berjuang.
Seorang relawan YKAPH mengatakan, “Ibu Henny benar-benar menjadi orang tua bagi mereka. Anak-anak dan keluarga merasa diberi kekuatan baru untuk bertahan.”
Kini, YKAPH telah menjadi rumah bagi banyak anak yang menjalani perawatan, termasuk mereka yang datang dari daerah jauh seperti Palu, Gorontalo, dan Ternate.
“Kami juga membantu mereka agar tidak ketinggalan pelajaran sekolah selama perawatan,” tambah Henny.
Dengan dukungan penuh kasih dari masyarakat, YKAPH terus berjalan, menjadi simbol harapan bagi anak-anak penderita kanker di Sulawesi Utara dan daerah lainnya.
Henny Tjiptamaya dan timnya membuktikan bahwa dengan hati yang penuh kasih dan tekad yang kuat, tidak ada yang mustahil.
Mereka menunjukkan bahwa meski dunia terasa keras, kasih Tuhan dan tekad yang kuat mampu menjadi cahaya yang menerangi jalan yang gelap.
Melalui langkah mereka, Henny dan tim YKAPH mengajarkan kita bahwa cinta dan pelayanan tidak mengenal batas.
Dalam setiap perjuangan mereka, terdapat harapan bagi masa depan anak-anak yang tengah berjuang untuk hidup.
Penulis/editor: Felix Tendeken, S.Kep










