Menu

Mode Gelap
SMP N 7 Bolmut Terbakar Damkar Datang Setelah Api Padam

Bolmut

Enam Bulan Tanpa Upah, BPD Huntuk Dibungkam Lewat Anggaran

badge-check


					Enam Bulan Tanpa Upah, BPD Huntuk Dibungkam Lewat Anggaran Perbesar

Sulutnow.com, BOLMUT — Seperti matahari yang enggan terbit, hak anggota BPD Desa Huntuk selama enam bulan tak juga menyapa rekening mereka.

Gaji anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Huntuk tak dibayarkan sejak Januari hingga Juni 2025. Padahal mereka terus menanti, seperti hujan di musim kemarau.

Informasi itu terkuak pada Minggu (13/7/2025). Media ini memperoleh kabar langsung dari sumber terpercaya di desa.

Kepala Desa Huntuk, Oldy F. Kumolontang, saat dikonfirmasi pada Senin (14/7/2025), tak menampik kabar tersebut. “Ia, benar,” jawab nya singkat via telepon

Menurut Oldy, dua anggota BPD itu tidak ikut menyusun APBDes, Musrembang Desa, serta pembentukan koperasi. “Mereka diam, bukan bekerja,” ujarnya.

Ia melontarkan pernyataan tajam bak pisau bermata dua.

“Nyandak b kerja drng dua. Kong kita mo bayar orang ada tidor?” sindir Oldy dalam bahasa daerah.

Ia menuding dua anggota BPD tak menandatangani dokumen APBDes 2025. “Mereka enak-enak tidur, lalu minta gaji? Lucu!” ucapnya, menyindir keras.

Ia menyamakan BPD dengan DPR. “Kalau DPR nda bahas APBD, siap-siap juga nda dibayar. Sama saja prinsipnya,” katanya bernada dingin.

Namun, tak semua sepakat dengan narasi Sangadi. Salah satu sumber menyebut, ada sebab yang lebih dalam dari sekadar ‘tidak bekerja’.

“Mari lihat dulu kenapa mereka tidak hadir. Bukan asal tuding,” ujar sumber yang meminta identitasnya disembunyikan.

Ia mengungkap kisah lama yang belum tuntas. Perselisihan bermula sejak penyusunan Perubahan APBDes Tahun 2024.

Saat itu, disepakati 17 lampu jalan. Tapi hanya 16 yang di adakan namun cuma 10 yang di pasang 9 yang menyala,Satu lampu seolah lenyap ditelan malam.

“Ketua BPD setuju 17 unit. Tapi yang di anggarkan cuma 16, di pasang di jalan 10 Satu tidak menyala diduga dicoret Sangadi,” beber sumber itu.

Baginya, ini bukan hanya soal angka. Tapi soal kepercayaan yang tergerus, seperti tanah longsor yang menelan pondasi.

“Kalau BPD sudah tidak dihargai, apa gunanya lagi bekerja?” katanya lirih, seolah menahan kecewa yang mendidih.

Tak hanya itu, proyek drainase dan WC di tahun 2024 juga jadi sorotan. Diduga, pekerjaan tidak sesuai harapan warga.

“Semua orang di huntuk ini sudah tahu. Itulah kenapa mereka tak mau lagi ikut musyawarah,” pungkasnya, dengan nada getir.

Penulis/editor: Fardiansyah Tamala

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Capaian Meningkat, Kontribusi Ekonomi Menyusut, Sirajudin Lasena Soroti LKPJ 2025

30 Maret 2026 - 20:12 WITA

IPB 15 Dongkrak Panen di Bintauna, Namun Tantangan Lapangan Jadi Penentu

27 Maret 2026 - 17:17 WITA

Saling Memaafkan Warnai Apel Pasca Libur ASN Bolmut

25 Maret 2026 - 15:07 WITA

Buka Puasa Alkhairaat di Bintauna, Sirajudin Lasena Tekankan Konsolidasi dan Kepedulian Sosial

17 Maret 2026 - 22:37 WITA

Apel Korpri Jelang Lebaran, Siradjudin Ingatkan ASN Kembali dengan Semangat Baru dan Disiplin Pelayanan

17 Maret 2026 - 22:23 WITA

Trending di Bolmut
error: Dilarang Plagiarisme !!!