Sulutnow.com-Sebuah pemandangan penuh haru dan sukacita tampak di Rumah Singgah Yayasan Kanker Anak Pejuang Hebat Sulawesi Utara (Sulut) pada hari Sabtu (17/8/2024).
Terletak di bilangan Jalan 17 Agustus, Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Wanea, Kota Manado, rumah singgah ini menjadi saksi kebahagiaan anak-anak penderita kanker yang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-79.


Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, anak-anak ini ikut serta dalam berbagai perlombaan sederhana, mulai dari lomba lari hingga permainan lainnya.
Meskipun dirayakan dengan sederhana, momen tersebut dipenuhi dengan tawa dan semangat yang mengingatkan kita akan makna sejati dari kemerdekaan, kebahagiaan dan kebersamaan.

Henny Tjiptamaya, Ketua Yayasan Kanker Anak Pejuang Hebat Sulut, berbagi rasa syukurnya atas kesempatan ini.
“Anak-anak sangat gembira bisa merayakan hari besar bangsa ini, meskipun sederhana, di rumah singgah yang sudah seperti rumah kedua bagi mereka,” ungkap Henny, yang dikenal karena ketulusan dan dedikasinya dalam mendampingi anak-anak penderita kanker.

Lebih lanjut, Henny yang memiliki hati sekeras baja dalam perjuangannya namun lembut dalam kasih sayang, mengungkapkan harapannya di hari kemerdekaan ini.
“Setiap hari, saya selalu berdoa agar Tuhan memberikan keajaiban bagi anak-anak ini, agar mereka dapat merdeka dari penyakit yang mengikat mereka,” ucapnya penuh haru.
Henny juga berpesan kepada para orang tua agar lebih waspada dalam menjaga asupan makanan anak-anak mereka, baik di rumah, sekolah, maupun di tempat lain.
Pesan tersebut disampaikan agar anak-anak tidak menderita kanker yang disebabkan makanan tidak sehat, seperti kanker darah atau leukemia.
“Pilihlah jajanan yang sehat dan hindari yang berpotensi membahayakan kesehatan, demi masa depan anak-anak kita,” tambahnya dengan tegas.
Melalui perayaan sederhana namun penuh makna ini, Yayasan Kanker Anak Pejuang Hebat Sulut menunjukkan bahwa di tengah segala tantangan, selalu ada ruang untuk kebahagiaan dan harapan.
Dengan semangat kemerdekaan yang tertanam dalam diri setiap anak, mereka berjuang bukan hanya untuk bertahan, tetapi juga untuk merayakan setiap momen hidup dengan penuh sukacita. (lix)
Penulis/editor: Felix Tendeken










