Sulutnow.com-Kota Manado mencatat sejarah sebagai kota pertama di Indonesia yang merintis pembangunan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) menggunakan anggaran daerah tanpa bergantung sepenuhnya pada dana pemerintah pusat.
Langkah ini menjadi bukti nyata dari komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Manado di bawah kepemimpinan Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota dr Richard Sualang dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.


Pjs. Wali Kota Manado, Clay Dondokambey menandatangani nota kesepahaman
Komitmen ini kian terasa ketika Pjs. Wali Kota Manado, Clay Dondokambey, menghadiri Penandatanganan Nota Kesepakatan dan Perjanjian Kerjasama (MoU) tentang Penyelenggaraan Bantuan dan Pembangunan Rumah Susun di Denpasar pada Jumat, 25 Oktober 2024.
Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan, khususnya Direktorat Rumah Susun.
Dalam kesempatan tersebut, Clay menegaskan bahwa program ini menjadi bukti nyata dari kepedulian Pemkot Manado terhadap masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Rumah susun ini adalah bukti nyata komitmen Pemkot Manado di bawah kepemimpinan Pak Andrei Angouw dan Pak Richard Sualang dalam menyediakan hunian layak untuk masyarakat. Kami harap program ini mampu meningkatkan kualitas hidup warga,” ujar Clay.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kota Manado, Peter Eman, menjelaskan bahwa Manado dijadikan sebagai pilot project karena komitmen kuat dalam membangun Rusunawa dengan anggaran daerah.
“Komitmen Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, Pak Andrei Angouw dan Pak Richard Sualang, dalam menganggarkan pembangunan Rusunawa dari dana daerah menjadi faktor utama yang menjadikan Manado sebagai kota percontohan, tak melulu bergantung pada anggaran pusat,” jelasnya.
Menurut Eman, kebijakan ini menunjukkan bahwa Pemkot Manado serius dalam menyiapkan hunian layak bagi warganya, baik untuk MBR maupun masyarakat terdampak lainnya.
“Pembangunan Rusunawa di Paniki dan Tuminting menjadi bukti bahwa Pemkot Manado fokus pada kesejahteraan masyarakat,” tambah Eman.
Melalui program ini, Pemkot Manado juga berkomitmen mendukung gerakan nasional penyediaan tiga juta rumah sebagai salah satu program prioritas presiden terpilih periode 2024–2029.
Dondokambey berharap bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat dapat terus ditingkatkan, sekaligus menginspirasi kota lain di Indonesia untuk turut berpartisipasi aktif dalam penyediaan perumahan layak bagi warganya.
Langkah inovatif ini menegaskan posisi Manado sebagai kota yang progresif dalam mencari solusi mandiri untuk kebutuhan perumahan.
Masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari kebijakan ini, yang tidak hanya memberikan tempat tinggal, tetapi juga menjanjikan kualitas hidup yang lebih baik. (lix)










