Sulutnow.com, Manado-Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling (YSK) menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang lebih maju dan berkeadilan.
Dalam acara silaturahmi Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Sulut bertajuk “Merajut Langkah Bersama untuk Sulawesi Utara” yang berlangsung di Hotel Peninsula, Manado, YSK menyampaikan tekadnya untuk memperbaiki berbagai sektor pembangunan di Sulut.


YSK bersama para petinggi IPHI
“Saya memiliki 60 hingga 70 tim ahli, dan setelah hasil quick count keluar, saya kumpulkan 70 profesor dan doktor untuk menggali kebutuhan pembangunan sesuai visi misi yang kami bawa selama kampanye,” kata YSK di hadapan ratusan anggota IPHI Sulut, yang juga dihadiri oleh berbagai elemen dan organisasi umat Islam.
YSK menyoroti ketimpangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antara kota dan kabupaten di Sulut.

YSK bersama jajaran IPHI
Menurutnya, Manado menjadi patron tingginya IPM, sementara banyak daerah kabupaten tertinggal.
Untuk itu, YSK menekankan perlunya pemerataan pembangunan guna mengurangi urbanisasi yang berlebihan ke kota besar.

YSK bersama jajaran IPHI
“Tiga faktor utama yang perlu diperhatikan, pertama tidak ada pekerjaan, kedua tidak ada sekolah, dan ketiga rumah sakit. Ketiga hal mendasar ini harus dipenuhi agar pemerataan pembangunan bisa terwujud, dan urbanisasi tidak terjadi lagi,” jelasnya.
Tak hanya soal IPM, YSK juga mengungkapkan komitmennya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sulut.
Ia mengaku sudah menjalin komunikasi dengan sejumlah kementerian untuk mengembangkan sektor-sektor strategis seperti pertambangan, pertanian, dan pariwisata, yang diharapkan dapat mendongkrak perekonomian daerah.
“Dengan meningkatkan PAD, kita bisa bangun Sulut lebih baik lagi. Saya sudah berbicara dengan kementerian tentang sektor-sektor penting yang dapat mendatangkan manfaat besar bagi daerah ini,” tambahnya.
YSK menegaskan bahwa masa depan Sulut yang lebih baik hanya bisa tercapai melalui kolaborasi semua pihak, tanpa memandang perbedaan politik pasca-pemilu 2024.
Ia juga menegaskan pentingnya menghapus praktik korupsi dan oligarki yang menghambat kemajuan.
“Kita harus bersatu membangun Sulut. Perbedaan itu adalah kekuatan kita. Tidak ada lagi korupsi, tidak ada lagi oligarki yang menguntungkan kepentingan pribadi,” tegasnya.
Acara tersebut menandai langkah YSK dalam memperjuangkan kemajuan Sulawesi Utara dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi. (Gbs)
Editor: Papaquino










