Sulutnow.com, Manado — Dibawah nahkoda Andrei Angouw dan dr. Richard Sualang, Pemerintah Kota (Pemkot) Manado kembali menunjukkan kepemimpinan progresif dan berpihak kepada masyarakat melalui penyelenggaraan Wisuda Standar II Sekolah Lansia Basudara BKL Pelangi Kasih.
Bertempat di Ruang Serbaguna Pemkot Manado, acara ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot dalam meningkatkan kualitas hidup para lansia, yang turut diapresiasi langsung oleh pemerintah pusat.

Acara ini dihadiri oleh Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang secara khusus datang ke Manado untuk menyaksikan keberhasilan program ini.
Didampingi oleh Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, Wamen menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan keberpihakan Pemerintah Kota Manado terhadap populasi lanjut usia.
“Komitmen Pemerintah Kota Manado terhadap pemberdayaan lansia sungguh luar biasa. Ini contoh nyata bahwa kota ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusia—dari muda hingga tua,” kata Wamen Ratu Ayu.
Kebijakan Inklusif Pemkot Manado Menuai Penghargaan
Sebanyak 33 peserta lansia, berusia antara 60 hingga 85 tahun, diwisuda setelah menyelesaikan kurikulum Standar II Sekolah Lansia.
Ini merupakan kelanjutan dari Standar I yang sebelumnya telah diikuti oleh 35 lansia.
Seluruh kegiatan ini difasilitasi penuh oleh Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, dengan dasar hukum kuat, mulai dari UU No. 13/1998 hingga Perpres No. 88/2021 tentang Strategi Nasional Kelanjutusiaan.
Wakil Wali Kota Manado, dr. Richard Sualang, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya karena program ini tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga mendapat pengakuan dari pemerintah pusat.
“Ini adalah bukti bahwa Pemkot Manado hadir, peduli, dan bekerja nyata. Kami percaya bahwa lansia bukan beban, melainkan aset sosial yang perlu terus diberdayakan. Apa yang kita lakukan hari ini bukan sekadar program, tapi investasi sosial jangka panjang,” tegas Wawali Richard.
Sebagai bentuk pengakuan atas kepedulian tersebut, Pemerintah Kota Manado menerima penghargaan dari BKKBN, yang diserahkan langsung oleh Wamen kepada Wakil Wali Kota.
Program Humanis yang Menyentuh Keluarga
Program Sekolah Lansia tidak hanya berdampak pada individu peserta, tetapi juga pada keluarga, anak, cucu, dan lingkungan sekitar.
Kurikulumnya mencakup materi kesehatan, keterampilan hidup, kegiatan sosial dan rohani, yang dirancang agar para lansia tetap aktif dan produktif di usia senja.
“Ketika lansia bahagia dan sehat, keluarga pun ikut kuat. Maka dari itu, pendekatan Pemkot Manado yang mengedepankan kesejahteraan menyeluruh seperti ini patut dijadikan contoh nasional,” ujar salah satu perwakilan BKKBN.
Acara wisuda ditutup dengan penyerahan sertifikat, foto bersama, dan luapan semangat dari para oma dan opa yang kini merasa lebih dihargai, percaya diri, dan siap berkontribusi kembali di tengah masyarakat.
Komitmen Pemkot Manado: Pembangunan untuk Semua Usia
Melalui program-program seperti Sekolah Lansia, Pemerintah Kota Manado membuktikan bahwa pembangunan manusia tidak berhenti di usia produktif.
Pemkot terus mengarusutamakan prinsip inklusivitas, dengan menghadirkan layanan dan program yang menjangkau semua kalangan, termasuk warga lanjut usia.
Dengan semangat Manado Humanis, Pemerintah Kota Manado tidak hanya membangun kota, tetapi juga merawat kehidupan di dalamnya dari generasi ke generasi.
Penulis/editor: Felix Tendeken










