Sulutnow.com, Manado – Dalam suasana penuh kekhidmatan dan harapan, Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus Komaling, SE secara resmi melantik Welly Titah sebagai Bupati dan Anisya Bambungan, SE sebagai Wakil Bupati Kepulauan Talaud untuk masa jabatan 2025–2030.
Pelantikan ini menjadi momentum strategis yang menandai lahirnya era baru kepemimpinan di wilayah paling utara Indonesia.

Bertempat di aula utama Kantor Gubernur, upacara pelantikan berlangsung khidmat dan sarat makna.
Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menegaskan pentingnya integritas, keberanian, dan pengabdian dalam memimpin daerah perbatasan strategis seperti Talaud.
“Pemimpin itu harus berani berkorban, menjadi simpul solusi, dan tidak lari dari persoalan. Kepemimpinan adalah keberanian untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah,” tegas Gubernur disambut tepuk tangan para undangan.
Lebih dari sekadar seremonial, pelantikan ini dipandang sebagai tonggak awal pembangunan inklusif dan berkeadilan.
Gubernur juga mendorong agar seluruh janji politik segera diwujudkan dalam bentuk program nyata seperti perbaikan pelayanan publik, percepatan pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Tak hanya itu, Gubernur Yulius menekankan pentingnya sinkronisasi program daerah dengan agenda nasional AstaCita sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Semua langkah harus terarah dan terintegrasi dengan visi besar bangsa,” jelasnya.
Menjelang peringatan HUT Kabupaten Kepulauan Talaud pada 2 Juli 2025, Gubernur mengingatkan bahwa momen tersebut harus dimaknai sebagai awal dari kerja keras, bukan sekadar pesta seremonial.
Sebagai bentuk pembinaan kepemimpinan, Gubernur juga memberikan pesan khusus agar Bupati dan Wakil Bupati segera mengikuti retret kepemimpinan di Jatinangor.
“Jangan terlambat. Disiplin itu teladan. Tunjukkan bahwa pemimpin dari Sulut adalah petarung sejati, seperti saat retret di Magelang, bersih, rapi, dan penuh semangat,” ujar Gubernur penuh motivasi.
Tak lupa, Gubernur menyampaikan komitmennya untuk terus memperjuangkan Dana Bagi Hasil (DBH) yang sangat dinantikan masyarakat daerah, termasuk Talaud.
“Kalau perlu saya tunda ke Jakarta dulu, yang penting saya pastikan ini siap. Ini demi rakyat Talaud dan Sulut,” tandasnya.
Dengan semangat gotong royong dan sinergi semua pihak, Gubernur optimistis Talaud akan terus melangkah maju. Meski berada di perbatasan, semangat dan visi Talaud harus berada di garis terdepan pembangunan nasional.
“Kini saatnya membuktikan bahwa kerja nyata dan kepemimpinan yang melayani adalah kunci membangun kepercayaan rakyat. Mari jadikan Talaud sebagai beranda terhormat Indonesia di utara,” pungkasnya.
Sebagai penutup, Gubernur membacakan pantun yang menggugah dan menginspirasi:
“Pergi ke Pulau Sara untuk bertamasya, Pesona alam yang tiada tara. Mari berdoa untuk Pak Welly dan Ibu Anisa. Semoga Porodisa maju dan sejahtera.”
Dengan harapan baru dan semangat kolektif, pelantikan ini menjadi babak awal untuk membangun Talaud yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
Penulis/editor: Felix Tendeken










