Sulutnow.com, Manado, 22 Agustus 2025 – Suasana Kota Manado akhir-akhir ini semakin diwarnai dengan aksi unik dari Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas) Bhayangkara Sulawesi Utara. Dengan menggunakan mobil ber-pengeras suara, mereka berkeliling masuk lorong-lorong hingga jalan utama, menyuarakan kampanye anti senjata tajam (Sajam), panah wayer, dan tawuran kampung (Tarkam).
Aksi kreatif ini sontak menarik perhatian warga. Salah satunya Jerry Erungan, warga Lorong Majalah, Bumber, Kecamatan Wenang. Ia menilai inisiatif Pokdar Kamtibmas patut mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan aparat penegak hukum.

“Bagini kwa harus ada action dari pemerintah dan kepolisian. Situasi sekarang so banyak kasus penganiayaan, penikaman, pencurian. Alat negara musti beri rasa aman pa torang rakyat,” tegas Jerry, Jumat (22/8/2025).
Dari pantauan lapangan, kampanye keliling itu menyasar sejumlah titik rawan di Kecamatan Bunaken, Tuminting, Singkil, hingga Wenang. Sebelumnya, aksi serupa juga dilakukan di Kelurahan Teling Atas, Teling Bawah, Tikala, dan Mahakeret.
Ketua Pokdar Kamtibmas Bhayangkara Sulut, Aswin Kasim, mengatakan kegiatan ini lahir dari keprihatinan atas meningkatnya kasus kriminalitas di Manado.
“Kota Manado adalah kota jasa dan pariwisata. Keamanan dan kenyamanan harus dijaga. Membawa senjata tajam tanpa izin ada hukumannya, sesuai UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hingga 10 tahun penjara,” jelas Aswin yang didampingi Sekretaris Pokdar, Max Surya Togas SH MA.
Langkah ini juga mendapat dukungan dari aparat kepolisian. Kasat Binmas Polresta Manado, AKP Tommy Rimbing, menegaskan kegiatan sosialisasi tersebut sejalan dengan upaya Polresta Manado, TNI, dan Pemkot untuk menjaga ketertiban.
“Kegiatan ini sangat baik, apalagi dilakukan bersama unsur TNI, Pol PP, dan aparat terkait. Semua demi keamanan warga Manado,” ujar AKP Tommy.
Dengan gaya kampanye yang unik dan dekat dengan masyarakat, aksi Pokdar Kamtibmas Sulut ini diyakini mampu menjadi gerakan positif untuk menekan angka kejahatan dan menciptakan rasa aman di Kota Manado. (lix)










