Menu

Mode Gelap
SMP N 7 Bolmut Terbakar Damkar Datang Setelah Api Padam

Viral

Di Tangan Yulius Selvanus, Kolintang Menggema ke Pentas Dunia

badge-check


					Di Tangan Yulius Selvanus, Kolintang Menggema ke Pentas Dunia Perbesar

Sulutnow.com, Nasional – Di sebuah ruangan megah Museum Nasional Jakarta, denting kayu yang selama ratusan tahun hidup di tanah Minahasa seakan kembali bergaung.

Di sanalah, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Kolintang, alat musik yang lahir dari kebijaksanaan leluhur Sulawesi Utara (Sulut), diakui dunia sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Sebuah momen yang bukan hanya menyentuh hati para pelestari budaya, tetapi juga menandai babak baru perjalanan musik tradisional Indonesia.

Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., berdiri di barisan terdepan ketika sertifikat pengakuan itu diserahkan.

Di balik senyumnya yang tenang tersimpan kebanggaan lain, ia bukan hanya pemimpin daerah asal Kolintang, tetapi juga dikenal mahir memainkan alat musik tersebut sejak muda.

Banyak yang mengatakan, sentuhan tangannya pada bilah-bilah kayu Kolintang mampu menghasilkan warna suara yang lembut namun penuh energi, seolah ia memahami denyut jantung musik Minahasa itu sendiri.

Maka, ketika ia menerima sertifikat dari UNESCO, momen itu terasa semakin personal, seolah nada-nada Kolintang ikut tersenyum bersamanya.

Sertifikat diserahkan oleh Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah Thahjani Dwirini Retno Astuti, SS., MPhil., mewakili Kementerian Kebudayaan RI.

Pada kesempatan yang sama, Reog Ponorogo dan Kebaya juga dianugerahi pengakuan UNESCO, menandai perayaan besar bagi kekayaan budaya Indonesia.

Acara itu dipenuhi para pemangku kepentingan budaya, perwakilan Arsip Nasional RI, Kementerian Luar Negeri, pejabat Kementerian Kebudayaan, PINKAN Indonesia, hingga komunitas pelestari Kolintang.

Kehadiran mereka menegaskan bahwa warisan budaya bukan hanya milik daerah asalnya, tetapi tanggung jawab seluruh bangsa.

Gubernur Yulius Selvanus hadir bersama dua pejabat Pemprov Sulut, Dr. Franky Manumpil serta Jani Niclas Lukas, keduanya menjadi bagian dari barisan penjaga masa depan Kolintang.

Pengakuan UNESCO ini bukan sekadar penghargaan, melainkan penegasan bahwa Kolintang telah menjadi milik dunia.

Keunikan musikal, perjalanan sejarahnya, hingga semangat kebersamaan dalam setiap tabuhan menjadikannya simbol budaya yang melampaui batas geografis.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menyerukan bahwa penghargaan itu adalah amanah.

Sebuah ajakan bagi pemerintah, masyarakat, dan generasi muda untuk menjaga Kolintang tetap hidup.

Ia berharap, dari panggung-panggung lokal hingga auditorium internasional, Kolintang akan terus bergema dengan lebih percaya diri.

Pemerintah Provinsi Sulut menyiapkan berbagai langkah lanjutan, dari program pembelajaran, inovasi musikal, hingga konservasi, untuk memastikan Kolintang tetap berdiri kokoh sebagai ikon budaya Indonesia.

Dan hari itu, ketika sertifikat UNESCO berada di tangan sang gubernur yang juga seorang pemain Kolintang, sejarah seolah berputar kembali ke akar.

Kolintang, yang dulu dimainkan di beranda rumah-rumah kayu Minahasa, kini berdiri di panggung dunia, dan pemimpin yang tumbuh bersamanya menjadi saksi langsung bahwa warisan leluhur dapat menembus zaman ketika dijaga dengan cinta, keahlian, dan dedikasi. (lix)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gerak Cepat PLN, Listrik di Manado Pulih 100 Persen Usai Gempa

4 April 2026 - 10:38 WITA

Bank SulutGo Perkuat Peran dalam Pendidikan, Kelola Dana Bantuan Kebanksentralan Bersama BI

2 April 2026 - 18:36 WITA

Inflasi Sulut Maret 2026 Terkendali, Terendah di Sulawesi

2 April 2026 - 17:52 WITA

PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik Pasca Gempa, Ratusan Gardu Berhasil Dinormalkan

2 April 2026 - 14:12 WITA

Pemprov Sulut Gerak Cepat Tangani Gempa, Posko Darurat Langsung Diaktifkan

2 April 2026 - 13:28 WITA

Trending di Berita Sulut
error: Dilarang Plagiarisme !!!