Sulutnow.com, Manado – Di saat gema takbir telah usai dan kehangatan Idul Fitri menyelimuti rumah-rumah, ketika banyak orang larut dalam pelukan keluarga dan kebahagiaan hari kemenangan, ada satu tempat yang tak pernah benar-benar berhenti, Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Dan di sanalah, Selasa (24/3/2026), sosok Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, Prof. Dr. dr. Starry Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, MARS, memilih untuk berada.

Bukan di ruang tamu bersama keluarga.
Bukan pula dalam suasana pulang kampung (pulkam) dan libur yang lengang.
Ia justru melangkah menyusuri lorong IGD, tempat di mana waktu berjalan lebih cepat, dan harapan seringkali bergantung pada hitungan detik.

Foto istimewa Prof Starry Rampengan saat melayani di hari libur Idul Fitri
Dengan langkah tenang namun penuh makna, Prof. Starry turun langsung melakukan monitoring pelayanan.
Di tengah hiruk-pikuk tenaga medis yang berjibaku, ia hadir bukan sekadar sebagai pimpinan, tetapi sebagai bagian dari denyut pelayanan itu sendiri.
Sesekali ia berhenti, menyapa tenaga kesehatan yang tetap siaga di hari raya.
“Sehat-sehat selalu for torang samua dan tetap semangat dalam pelayanan,” ungkapnya.
Di sudut lain, ia memastikan pasien mendapatkan penanganan yang cepat, tanpa kompromi.
Di balik jas putih dan jabatan yang melekat, ada pesan sederhana yang ia bawa, bahwa pelayanan kesehatan tidak mengenal waktu.
“Pelayanan kesehatan tidak mengenal hari libur. Kami pastikan seluruh tim tetap siap melayani masyarakat,” ujarnya singkat, namun begitu sarat makna.
Di IGD, Idul Fitri terasa berbeda.
Tidak ada meja penuh hidangan, tidak ada canda keluarga yang panjang.
Yang ada adalah perjuangan, antara sakit dan sembuh, antara cemas dan penuh harap.
Namun justru di tempat seperti inilah, nilai kemanusiaan menemukan bentuknya yang paling nyata.
Langkah yang diambil Prof. Starry bukan hanya soal memastikan sistem berjalan, tetapi juga memberi energi bagi para tenaga medis yang tetap bertugas.
Bahwa di balik lelah mereka, ada kepemimpinan yang hadir dan peduli.
Tak heran, kehadirannya menuai apresiasi dari berbagai pihak.
“Di tengah momen libur panjang, komitmen RSUP Kandou untuk tetap memberikan pelayanan optimal menjadi bukti bahwa pengabdian tidak mengenal jeda,” ujar Ketua Ormas Brigade Manguni Kota Manado.
Idul Fitri mungkin tentang kembali ke fitrah.
Namun di IGD RSUP Kandou, fitrah itu menemukan maknanya dalam bentuk lain: ketulusan untuk tetap melayani, bahkan ketika dunia di luar sedang beristirahat.
Dan di antara suara alat medis, langkah cepat perawat, serta harapan yang menggantung di setiap ruang, ada satu hal yang tetap menyala, pengabdian yang tak pernah padam. (lix)
News feature










