Sulutnow.com, Bitung-Dalam kunjungan penuh harapan di Pulau Lembeh, Calon Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling (YSK), menyampaikan visinya yang menggebu-gebu untuk mengubah wajah Pulau Lembeh menjadi “Hongkong Kedua.”
Terpesona oleh keindahan alam dan kekayaan sumber daya di pulau ini, YSK berbicara dengan hati terbuka kepada masyarakat setempat, menyampaikan komitmennya untuk membawa perubahan signifikan ke pulau yang selama ini terpisah dari induknya, Kota Bitung.

“Saudara-saudara, Hongkong itu terdiri dari pulau-pulau, dan Hongkong tidak punya banyak keindahan alam seperti yang kita miliki di Pulau Lembeh. Di sini, kita punya air yang jernih, alam yang subur, dan wisata yang menakjubkan. Lembeh lebih dari Hongkong,” ungkap YSK dengan penuh semangat di depan warga.
Melalui pernyataan ini, YSK menunjukkan mimpi besarnya untuk menjadikan Lembeh lebih maju dan mandiri.
Ia melihat potensi besar yang dapat dikembangkan dengan baik, sehingga Lembeh bisa menjadi pusat pariwisata dan perdagangan yang lebih maju dari sekadar pulau kecil yang terpisah dari Kota Bitung.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur, terutama jembatan penghubung, adalah langkah awal untuk mengintegrasikan Lembeh ke dalam denyut ekonomi Kota Bitung.
“Saya ingin Pulau Lembeh ini menjadi Hongkong kedua. Kita tidak bisa terus-menerus membiarkan Lembeh terisolasi. Pulau ini bagian dari Kota Bitung, dan ini tanggung jawab kita untuk menyatukannya,” tegas YSK.
Dengan suara yang mantap, ia menyampaikan bahwa rencana pembangunan jembatan penghubung adalah prioritas yang akan diwujudkan bersama wakilnya, Victor.
Masyarakat Pulau Lembeh menyambut hangat visi YSK.
Selama ini, mereka merasa kurang mendapatkan perhatian besar dan harus bergantung pada trasnportasi laut.
Padahal, Lembeh menyimpan potensi besar, baik dari segi pariwisata maupun kelautan.
Banyak yang mengeluhkan akses yang terbatas, yang membuat pengembangan ekonomi dan pariwisata belum optimal.
Rencana pembangunan jembatan diharapkan bisa menjadi solusi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, mempercepat akses pendidikan, kesehatan, dan mempererat hubungan Lembeh dengan Kota Bitung.
“Saya ingin masyarakat Lembeh bisa merasakan kemajuan yang sama seperti di kota. Akses yang terbatas tidak boleh lagi menjadi alasan bagi kita untuk menunda pembangunan di pulau ini. Saya dan Victor berkomitmen untuk memperjuangkan jembatan penghubung ini,” lanjut YSK, yang disambut dengan tepuk tangan warga.
Rencana ambisius ini juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Lembeh untuk berperan aktif dalam pembangunan dan pelestarian kekayaan alam.
Dengan menjadi “Hongkong Kedua,” YSK yakin bahwa Lembeh akan mampu membuka peluang investasi, menciptakan lapangan pekerjaan, dan memberikan masa depan yang lebih baik bagi masyarakatnya.
YSK mengajak masyarakat untuk bersatu dan mendukung cita-cita besar ini.
Dengan pembangunan yang tepat sasaran, ia percaya Pulau Lembeh dapat menjadi ikon baru Sulawesi Utara, pulau yang tidak hanya cantik secara alamiah tetapi juga maju secara ekonomi dan sosial.
“Mari bersama kita wujudkan mimpi ini. Pulau Lembeh akan menjadi kebanggaan kita semua, wajah baru Sulut yang bersinar di mata dunia,” pungkas YSK, kepada masyarakat dengan semangat baru.
Visi ini membawa harapan besar bagi seluruh masyarakat Pulau Lembeh dan Bitung, yang mendambakan kemajuan tanpa harus kehilangan akar budaya dan nilai lokal. (gbs)










