Sulutnow.com, Manado-Sejumlah pengendara sepeda motor di Manado meluapkan kemarahan dan kekecewaan mereka melalui media sosial Facebook, khususnya di grup Grab Manado Sulut.
Para pengendara ini mengaku mengalami kerusakan pada sepeda motor mereka setelah mengisi bahan bakar Pertalite yang diduga bercampur air di beberapa SPBU di kota tersebut.

Kekecewaan para pengendara pun terungkap melalui komentar-komentar yang penuh amarah dan keluhan.
Salah satunya, Fahrezza Paputungan yang menceritakan pengalamannya, “Mau minta pertanggungjawaban dari pihak Pertamina, ini sudah ada sekitar 100 sepeda motor kena dampak Pertalite bercampur air. Sepeda motor jadi brebet dan tidak mau jalan saat digas. Saya merasa motor saya seperti itu karena terakhir mengisi di (SPBU) Pertamina Martadinata dan Pertamina Sindulang,” ungkap Fahrezza dengan nada kecewa yang kental dalam dialek Manado.

Komentar para pengendara sepeda motor
Postingan tersebut memicu respons beruntun dari pengendara sepeda motor lainnya yang mengalami kejadian serupa.
Salah satu komentar datang dari Samson yang mengatakan, “Saya mengisi kemarin di Pertamina Paal Dua, motor mati sendiri dan brebet,” menyuarakan keluhannya.
Tidak lama setelah itu, Mat Mkw Modja, Pecco, dan Nazryl Laiya turut memberikan pengakuan serupa.
“Sama dengan motor saya, brebet dan mesin mati mendadak,” kata mereka.

Keluhan para pengendara sepeda motor
Tidak hanya mereka, Derbi Sumilat juga menyatakan kekecewaannya, “Saya kira cuma saya yang begitu. Saya pikir motor saya sudah rusak,” ujar Derbi dengan nada kecewa.
William Ticoalu pun menceritakan pengalamannya, “Sama-sama nasib dengan motor saya, baru mau satu bulan keluar dari dealer. Awalnya cuma mau isi di botol, tidak brebet, tapi setelah isi di SPBU langsung brebet,” sambungnya.
Keluhan terus mengalir, dengan beberapa pengendara lain yang mengalami masalah serupa.
“Terakhir isi hari Jumat di SPBU yang sebelah Pasar Tuminting, setelah itu motor mulai brebet,” kata Falentin Falen Ponto.

Komentar para pengendara sepeda motor
Ramly Mile juga mengungkapkan hal yang serupa, “Iya, saya punya juga begitu. Sudah tiga hari isi full terus. Pas mau dihidupkan motor juga brebet,” katanya.
Namun, yang paling parah dialami oleh Juventus Mario Wuisan, yang mengecek tangki motornya dan menemukan pasir-pasir.
“Saya cek tengki sampai dengan pasir-pasir,” ungkapnya kecewa. Rovan Dayo bahkan menemukan lumpur atau becek di dalam bahan bakar, “Bukan hanya air. Sudah becek,” sesalnya.

Keluhan para pengendara sepeda motor
Beberapa pengendara melaporkan bahwa kerusakan motor yang disebabkan oleh Pertalite bercampur air ini membuat mereka hampir terlibat dalam kecelakaan.
“Saya saat jalan laju di ringroad tiba-tiba motor brebet sampai mogok di tengah jalan, hampir disambar mobil dari belakang,” keluh Manly Karamoy, yang mengungkapkan rasa frustrasinya.
Meski demikian, ada satu komentar yang menunjukkan bahwa tidak semua SPBU terpengaruh.
Seorang pengendara menyebutkan, “Punya saya Alhamdulillah, saat isi di Pertamina depan Megamall aman-aman saja sampai sekarang,” tandasnya.
Hingga berita ini diturunkan, keluhan-keluhan dari pengendara sepeda motor yang merasa dirugikan akibat Pertalite bercampur air terus bermunculan di media sosial.
Belum ada tanggapan resmi dari pihak Pertamina mengenai masalah ini, namun kejadian ini telah menarik perhatian banyak pihak.
Banyak pengendara berharap ada tindak lanjut dari Pertamina untuk menyelesaikan masalah tersebut dan memberikan pertanggungjawaban atas kerugian yang mereka alami.
Kejadian ini menjadi peringatan akan pentingnya kualitas bahan bakar yang didistribusikan kepada masyarakat, mengingat dampaknya bisa sangat merugikan dan membahayakan keselamatan pengendara.
“Kasus yang sama banyak mobil taxi Manado-Gorontalo juga seperti ini. Musti minta pertanggungjawaban dari Pertamina ini,” tegas akun Julio Dtt.
Sampai berita ditayangkan, media terus berupaya mengkonfirmasi ke pihak terkait termasuk Hiswana Migas.










