SULUTNOW.COM, ADVERTORIAL — Komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam memperkuat pelayanan dasar kepada masyarakat kembali ditegaskan melalui pelantikan jajaran pengurus tiga elemen strategis: Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Tim Pembina Posyandu, serta Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi Sulawesi Utara untuk periode 2025–2030.

Foto bersama
Acara pelantikan berlangsung di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Bumi Beringin, Kota Manado, Rabu, 7 Mei 2025.

Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, memimpin langsung prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat namun sarat makna pembangunan sosial.

Foto berlangsungnya acara
Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa ketiga lembaga ini memiliki peran vital dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di Bumi Nyiur Melambai.
Ia menyebut, pelantikan ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan bentuk konkret dari penguatan sistem pemerintahan yang inklusif dan berpihak pada rakyat.

Foto bersama
“Pelantikan ini adalah momentum strategis. Dekranasda, Posyandu, dan Bunda PAUD bukan sekadar pelengkap struktur, tetapi mitra kunci dalam mewujudkan pelayanan publik yang bermutu dan berkelanjutan,” ujar Yulius.
Peran Sentral Posyandu
Mengacu pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, Gubernur menegaskan kembali pentingnya Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan dasar.
Saat ini, peran Posyandu diperluas hingga mencakup enam bidang standar pelayanan minimal, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, serta bidang sosial.

Foto berlangsungnya acara
“Dengan cakupan seluas itu, Tim Pembina Posyandu harus menjadi katalisator sinergi lintas sektor. Ini kerja kolaboratif, bukan kerja sektoral,” tegasnya.
PAUD dan Ekonomi Kreatif: Dua Pilar Generasi Unggul
Selain penguatan layanan kesehatan dan sosial dasar melalui Posyandu, Gubernur juga menyoroti pentingnya peran Bunda PAUD dalam memperkuat pondasi pendidikan anak usia dini.
Yulius menyebut pendidikan anak merupakan investasi jangka panjang untuk membentuk generasi unggul yang berdaya saing global.
“Kita tidak bisa bicara tentang SDM unggul tanpa menyentuh pendidikan sejak usia dini. Bunda PAUD adalah mitra strategis dalam memastikan setiap anak mendapat akses pendidikan yang layak, bermutu, dan penuh kasih,” jelasnya.
Sementara itu, Dekranasda disebut sebagai ujung tombak pengembangan ekonomi kreatif dan pelestarian warisan budaya lokal.
Dalam konteks Sulut, produk kerajinan tangan bukan sekadar komoditas, tetapi juga identitas budaya yang perlu dijaga dan dikembangkan.
“Kita ingin Dekranasda bukan hanya tampil dalam pameran, tapi aktif sebagai inkubator bagi para perajin lokal, membina mereka agar mampu bersaing di pasar nasional dan internasional,” tambahnya.
Kolaborasi Lintas Lini
Pelantikan ini menandai dimulainya kerja bersama lintas lini pemerintahan dan masyarakat sipil.
Pemerintah Provinsi, melalui berbagai dinas teknis, akan menjadi motor penggerak bagi ketiga lembaga ini, memastikan program kerja mereka berjalan selaras dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD).
“Sulut tidak dibangun hanya dari atas. Ini kerja kolektif. Pemerintah daerah hadir bukan sebagai instruktur, tetapi sebagai mitra dan fasilitator. Pelantikan ini simbol dari itikad baik itu,” pungkas Gubernur.
Dengan pelantikan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara meneguhkan langkahnya dalam membangun masyarakat yang sehat, terdidik, dan mandiri.
Fondasi kuat yang dimulai dari Posyandu, PAUD, hingga penguatan ekonomi kreatif melalui Dekranasda, diharapkan mampu mempercepat laju pembangunan daerah. (Advertorial/Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Sulawesi Utara)
Penulis/editor: Felix Tendeken










