Sulutnow.com, Manado – Rabu sore yang sibuk di Bandara Sam Ratulangi Manado berubah menjadi awal penyelamatan bagi seorang pria 30 tahun asal Kotamobagu.
AHA, yang belakangan diketahui bernama lengkap Abas, tampak gelisah di depan counter check-in penerbangan tujuan Jakarta.

Gerak-geriknya mengundang curiga dua petugas Polsek Bandara yang sedang berpatroli.
“Dia terlihat panik, gelisah sekali,” ujar Ipda Masry, Kapolsek Kawasan Bandara Sam Ratulangi, pada Jumat, 9 Mei 2025.
Kecurigaan itu membawa pada pemeriksaan dokumen dan interogasi singkat.
Hasilnya mengejutkan, Abas hampir diberangkatkan ke Kamboja untuk menjadi scammer (penipu daring) oleh sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Iming-iming gaji sepuluh juta rupiah dan tiket gratis ternyata hanya kedok untuk menjebak pria tersebut ke dalam jaringan kejahatan digital lintas negara.
“Saat dia tiba di bandara, ada seseorang yang mengarahkan. Tapi setelah itu dia ditinggal. Dua orang lain yang katanya akan berangkat bersama, tak muncul-muncul,” kata Masry.
Abas baru menyadari sesuatu tak beres saat dirinya seorang diri, menanti di ruang check-in, tanpa dokumen resmi atau pendamping.
Kepanikan itu menyelamatkannya.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan pihak maskapai Lion Air untuk memastikan manifest penerbangan, sekaligus menghubungi Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Manado.
Abas diarahkan untuk membuat laporan resmi ke SPKT Polresta Manado.
Kasus ini menambah panjang daftar korban TPPO yang nyaris diberangkatkan ke Kamboja negara yang kini menjadi sorotan dalam jaringan perdagangan orang, khususnya untuk praktik kejahatan siber.
“Pemerintah telah melarang pengiriman tenaga kerja ke Kamboja. Negara itu tidak bekerja sama dengan Indonesia untuk penempatan resmi,” tegas Masry.
Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan segera melapor jika mendapati anggota keluarga atau kerabat hendak diberangkatkan ke luar negeri secara ilegal.
“Ini bukan lagi soal mencari pekerjaan, ini soal mempertaruhkan nyawa.”
Penulis/editor: Felix Tendeken










