Menu

Mode Gelap
SMP N 7 Bolmut Terbakar Damkar Datang Setelah Api Padam

Berita Sulut

Merawat Iman di Tengah Toleransi Manado: Gubernur Yulius Resmikan Vihara Dhammadipa

badge-check


					Merawat Iman di Tengah Toleransi Manado: Gubernur Yulius Resmikan Vihara Dhammadipa Perbesar

Sulutnow.com, Manado – Minggu pagi itu, langit Manado teduh.

Angin laut berhembus pelan saat bunyi lonceng vihara menggema di pelataran Vihara Dhammadipa.

Di tengah deretan lilin menyala dan dupa yang mengepul harum, sosok Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, berdiri di depan altar.

Tangannya menyentuh lonceng peresmian.

Satu denting, disusul tepuk tangan panjang dari umat Buddha yang hadir.

Peresmian Purna Pugar Vihara Dhammadipa, Minggu, 8 Juni 2025, bukan sekadar seremoni biasa.

Bagi umat Buddha di Manado, ini adalah penanda babak baru sebuah rumah ibadah yang kembali bersinar setelah bertahun-tahun dalam kondisi tak layak.

“Saya terus berusaha hadir di tengah umat beragama di Sulawesi Utara,” ujar Yulius, mantan jenderal yang kini memimpin provinsi berjuluk Bumi Nyiur Melambai itu.

Di sampingnya berdiri Anik Fitri Wandriani, Ketua TP-PKK Sulawesi Utara, mendampingi sang gubernur dalam prosesi yang berlangsung khidmat.

Wajah-wajah umat terlihat sumringah.

Tak sedikit yang mengabadikan momen itu dengan ponsel.

Bagi Yulius, peresmian ini bukan sekadar formalitas.

Sejak menjabat, ia kerap hadir di berbagai kegiatan keagamaan dari gereja di pegunungan Minahasa hingga masjid tua di Bolaang Mongondow.

“Iman umat Buddha akan semakin kuat,” katanya, dengan nada suara mantap.

“Tapi yang lebih penting, mereka akan terus bergandengan tangan dengan umat lainnya.”

Kehadiran gubernur di vihara ini menjadi catatan tersendiri.

Ketua panitia peresmian, Virya Mongkau, bahkan menyebutnya sebagai momen bersejarah.

“Ini pertama kalinya seorang gubernur datang ke sini. Janji beliau untuk hadir benar-benar ditepati,” ujar Virya.

Menurut Virya, pemugaran vihara ini memerlukan perjuangan panjang.

Dari galangan dana hingga izin pemerintah, semua dilalui dengan semangat kolektif.

“Kami ingin rumah ibadah ini menjadi tempat umat tidak hanya berdoa, tapi juga belajar hidup berdampingan,” katanya.

Toleransi bukan hal baru di Manado.

Kota ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan indeks kerukunan umat beragama tertinggi di Indonesia.

Simbol-simbol keragaman terpampang nyata, dari salib yang berdiri berdampingan dengan menara masjid, hingga vihara dan klenteng yang ramai saat Waisak dan Imlek.

Beberapa waktu lalu, Gubernur Yulius juga meresmikan 108 patung rupang Buddha di Minahasa Utara.

Kompleks itu kini sedang dipersiapkan sebagai destinasi wisata religi baru.

“Manado dan sekitarnya punya potensi besar untuk jadi pusat kerukunan dan pariwisata spiritual,” ujarnya.

Di tengah polarisasi yang kerap membelah bangsa, kisah-kisah seperti ini seperti oase.

Bahwa di sudut timur Indonesia, masih ada ruang luas bagi toleransi dan persaudaraan.

Dan sebuah vihara di ujung gang kecil di Manado menjadi saksi bisu bahwa perbedaan bisa disatukan oleh niat baik.

“Semoga umat Buddha semakin rajin datang ke vihara, dan praktik ajaran Buddha menjadi berkat bagi semua,” tutup Virya, sebelum ia bergabung dalam prosesi pemberkatan.

Ketika upacara selesai, aroma dupa masih tersisa.

Tapi ada yang lebih abadi dari sekadar wangi dupa, harapan akan Sulawesi Utara yang tetap menjadi rumah damai bagi semua. (lix)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gerak Cepat PLN, Listrik di Manado Pulih 100 Persen Usai Gempa

4 April 2026 - 10:38 WITA

Bank SulutGo Perkuat Peran dalam Pendidikan, Kelola Dana Bantuan Kebanksentralan Bersama BI

2 April 2026 - 18:36 WITA

Inflasi Sulut Maret 2026 Terkendali, Terendah di Sulawesi

2 April 2026 - 17:52 WITA

PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik Pasca Gempa, Ratusan Gardu Berhasil Dinormalkan

2 April 2026 - 14:12 WITA

Pemprov Sulut Gerak Cepat Tangani Gempa, Posko Darurat Langsung Diaktifkan

2 April 2026 - 13:28 WITA

Trending di Berita Sulut
error: Dilarang Plagiarisme !!!