Sulutnow.com, Manado – Semangat berkurban tak hanya hadir di kalangan masyarakat awam, tetapi juga menggema kuat di hati para profesional kesehatan.
Salah satunya terlihat dari sosok Ns. Suwandi I. Luneto, S.Kep, M.Kes, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sulawesi Utara (Sulut) yang turut menunaikan ibadah kurban di Masjid Hijratussalam, Manado, pada momentum Iduladha tahun ini.

Dengan mengenakan baju koko putih dan sarung motif tenun khas Sulawesi, Suwandi tampak hadir lebih awal dari waktu salat Iduladha.
Di tengah kesibukannya sebagai Direktur SDM dan Pendidikan di salah satu institusi kesehatan ternama di Sulut, ia tetap menyempatkan diri untuk ikut serta dalam prosesi penyembelihan hewan kurban.
“Menurut mazhab Syafi’i, hukum berkurban adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) bagi yang mampu. Artinya, meskipun tidak wajib, berkurban sangat dianjurkan dan memberikan pahala yang besar bagi yang mengerjakannya,” ujar Suwandi dengan nada penuh keteduhan saat ditemui usai penyerahan hewan kurban berupa sapi yang akan disalurkan kepada masyarakat sekitar.
Bagi Suwandi, berkurban bukan sekadar menggugurkan kewajiban agama, tetapi menjadi simbol keikhlasan dan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
Ia mengaku bahwa momen Iduladha selalu mengingatkannya pada pentingnya berbagi, terutama di tengah profesi keperawatan yang menuntut dedikasi dan kepedulian tinggi terhadap sesama.
“Seorang perawat sejatinya tak hanya merawat fisik pasien, tetapi juga memelihara nilai-nilai kemanusiaan. Berkurban adalah perpanjangan dari nilai itu memberi tanpa berharap kembali,” tambahnya.
Tak hanya dirinya, pengurus dan anggota PPNI Sulut juga turut aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan di berbagai titik.
Suwandi mengungkapkan bahwa PPNI ingin menanamkan semangat berbagi dan kepedulian sosial dalam setiap aktivitas organisasi, sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat.
Prosesi pemotongan hewan kurban di Masjid Hijratussalam berlangsung khidmat dan lancar, disaksikan oleh ratusan jamaah.
Suwandi bersama panitia dan relawan tampak sigap dalam mendistribusikan daging kurban kepada warga sekitar, terutama mereka yang membutuhkan.
Di tengah riuhnya suara takbir dan aroma harum daging yang mulai dibagi-bagikan, terselip pesan kuat dari semangat seorang pemimpin profesi, bahwa kurban bukan hanya soal daging, tetapi tentang nilai keikhlasan, keteladanan, dan tanggung jawab sosial.
“Mudah-mudahan ini menjadi motivasi, bukan hanya bagi perawat, tetapi seluruh elemen masyarakat untuk terus berbagi dalam bentuk apa pun tidak harus besar, asal dari hati,” tutup Suwandi dengan senyum hangat.
Penulis/editor: Felix Tendeken










