Sulutnow.com, Bolmut – Desa Huntuk kini seperti panggung drama.
Dana Desa dipertontonkan, dan warga menuntut akhir cerita yang penuh keadilan, bukan sekadar lakon kosong.

“Jangan sampai pemeriksaan ini hanya sandiwara. Kami sangat menanti hasil dari pemeriksaan khusus ini,” tegas Edi Lapian, warga Desa Huntuk kepada awak media, kamis (26/6/2025)
Pernyataan itu keluar dari keresahan yang mengendap lama.
Warga mengendus aroma ketidakberesan sejak lama, namun baru kini pintu pengawasan terbuka.
“Karena memang banyak sekali dugaan penyimpangan yang terjadi dalam pengelolaan Dandes Huntuk, contohnya anggaran yang seharusnya tahun 2024 baru di salurkan dan di bangun di tahun 2025 ini” beber Edi, penuh penekanan.
Warga lain pun berharap Inspektorat bekerja bukan hanya di atas kertas.
Mereka ingin pembuktian nyata, bukan janji manis berbalut laporan kosong.
Satu per satu warga dipanggil ke ruang pemeriksaan.
Seperti saksi-saksi sejarah, mereka membawa potongan kisah yang lama terpendam di balik meja desa.
Selama lima hari, Inspektorat Bolmut melalui Irban III melakukan pemeriksaan khusus.
Mereka menyisir data dan suara, seperti detektif menelusuri peta kebenaran.
“Ini bukan pemeriksaan seperti biasanya yang sering dilakukan oleh Inspektorat. Melainkan pemeriksaan kali ini adalah pemeriksaan khusus,” ujar Zulkarnain, Irban III.
Zulkarnain tidak membeberkan secara rinci maksud dan temuan.
Ia memilih bungkam dan hanya menyebut satu kalimat yang menggantung di benak publik.
“Pada intinya kami sedang menjalankan tugas negara,” pungkasnya.
Sementara itu, warga menunggu hasil pemeriksaan ini seperti menanti pelangi setelah badai penuh harap, namun tetap waspada pada kemungkinan kelabu.
Penulis/editor: Fardiansyah Tamala










