Sulutnow.com, SULUT – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) meluncurkan program Relawan Literasi Masyarakat (Relima) di Provinsi Sulawesi Utara.
Program ini bertujuan memperkuat budaya baca dan membangun kesadaran literasi masyarakat secara menyeluruh hingga ke pelosok desa.

Relima tidak hanya mendorong minat baca, tetapi juga meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemberdayaan berbasis literasi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sulut, Teresia Tenden Sompie, SH., M.Si, menyambut langsung para relawan di kantornya. (24/7/2025)
Ia menyampaikan dukungan penuh terhadap program Relima dan berharap gerakan ini membawa dampak nyata bagi masyarakat.
“Kalau bicara literasi, masyarakat masih banyak yang memahaminya hanya sebatas membaca buku,” kata Teresia Sompie.
Padahal, lanjutnya, literasi jauh lebih luas, termasuk kemampuan memahami informasi dan membangun pandangan hidup yang positif.
” literasi yang tepat dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara langsung.” lanjut Teresia
Relima akan ditempatkan di ruang-ruang baca, seperti perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat (TBM), hingga rumah ibadah.
Relawan akan mendampingi masyarakat melalui berbagai kegiatan literasi yang disesuaikan dengan kebutuhan lokal masing-masing daerah.
“Kadang di lapangan banyak yang masih ragu manfaat literasi, Tapi dengan pendekatan yang tepat, mereka bisa berubah dari ragu menjadi yakin,” lanjutnya.
Relima menjadi pintu masuk penting dalam menjalankan program-program pembangunan berbasis literasi di tingkat desa.
Relawan tidak hanya membagikan buku, tetapi juga membangun dialog, pelatihan, dan praktik literasi lainnya.
Salah satu relawan asal Bolmong Utara, Siswandi Tamala, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam program ini.
“Dengan komunikasi yang baik dan saling berbagi praktik terbaik, kita bisa ciptakan perubahan nyata,” ujar Siswandi.
Relima juga diharapkan memperkuat koneksi antarwilayah dan instansi untuk memperluas dampak literasi.
Berikut daftar sembilan relawan Relima Sulawesi Utara yang lolos seleksi nasional:
Faradila Bachmid – Lokus: Manado
Ika Silvi Verawati – Lokus: Minahasa Utara
Siswandi Tamala – Lokus: Bolmong Utara
Trilolorin Sitorus – Lokus: Kepulauan Talaud
Fikri Mokodongan – Lokus: Bolmong Timur
Jelly Maninggir – Lokus: Kepulauan Sangihe
Sicilya Mokoginta – Lokus: Bolmong
Meylani Sorongan – Lokus: Tomohon
Geraldi Rumondor – Lokus: Minahasa Selatan
Melalui Relima, Perpusnas berharap literasi menjadi kekuatan transformasi sosial, bukan sekadar slogan.
Relawan akan menjadi ujung tombak perubahan di masyarakat, terutama dalam membangun semangat belajar sepanjang hayat.










