Menu

Mode Gelap
SMP N 7 Bolmut Terbakar Damkar Datang Setelah Api Padam

Berita Sulut

Tak Hanya Ahmad Yani, Alex Kawilarang Juga Disebut Pernah Tampar Soeharto

badge-check


					Tak Hanya Ahmad Yani, Alex Kawilarang Juga Disebut Pernah Tampar Soeharto Perbesar

Sulutnow.com, Sejarah – Soeharto, yang kelak menjadi Presiden kedua RI, rupanya menyimpan jejak kisah “tamparan” dari para perwira senior di masa mudanya sebagai tentara.

Tidak hanya Jenderal Ahmad Yani, tetapi nama Alex Kawilarang juga disebut pernah melakukan hal serupa.

Salah satu kisah yang paling terkenal datang dari Jenderal Ahmad Yani, atasan Soeharto ketika itu.

Cerita ini diungkap Soebandrio dalam memoarnya Kesaksianku tentang G30S.

Selain menuding Soeharto melakukan kudeta merangkak kepada Sukarno, Soebandrio juga menyebut pria kelahiran Kemusuk, Bantul, tersebut memiliki rekam jejak buruk di tubuh TNI.

Di Divisi Diponegoro, Soeharto disebut menjalin hubungan dengan pengusaha Tionghoa, Liem Sioe Liong dan Bob Hasan, yang kala itu menjalankan bisnis penyelundupan.

Kabar tersebut sampai ke telinga Ahmad Yani, yang marah besar dan “menempeleng” Soeharto karena dinilai mempermalukan korps Angkatan Darat.

Tak berhenti di situ, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal AH Nasution pun dikabarkan pernah memecat Soeharto sebagai Pangdam Diponegoro secara tidak hormat.

Soeharto dianggap memanfaatkan institusi militernya untuk mengumpulkan dana dari perusahaan-perusahaan di Jawa Tengah.

“Sebagai Penguasa Perang, saya merasa ada wewenang mengambil keputusan darurat untuk kepentingan rakyat, ialah dengan barter gula dengan beras,” ungkap Soeharto, seperti dilansir intisari.grid.id.

“Saya tugasi Bob Hasan melaksanakan barter ke Singapura, dengan catatan beras harus datang lebih dahulu ke Semarang.”

Meski begitu, Gatot Subroto menilai Soeharto masih bisa dibina dan mengirimnya bersekolah ke Seskoad di Bandung.

Nama Alex Kawilarang juga tercatat dalam kisah “tamparan” kepada Soeharto.

Saat itu Kawilarang menjabat Panglima TT VII/Indonesia Timur di tengah situasi Perang Kemerdekaan dan operasi penumpasan pemberontakan Kahar Muzakkar.

Ia melapor kepada Presiden Soekarno bahwa Makassar aman, namun Bung Karno justru menunjukkan radiogram yang menyebut pasukan KNIL Belanda telah menduduki kota tersebut.

Fakta mengejutkan, Brigade Mataram yang dipimpin Letkol Soeharto justru melarikan diri ke Lapangan Udara Mandai.

Kawilarang yang murka langsung kembali ke Makassar, mendatangi lapangan udara, memarahi Soeharto, dan menempelengnya.

Dalam satu wawancara, Kawilarang membantah melakukan serangan fisik, namun mengakui memberikan teguran keras.

Tamparan itu disebut membekas di ingatan Soeharto hingga ia tak pernah lagi berbicara dengan Kawilarang, bahkan sampai sang jenderal meninggal dunia.

Baru setelah Soeharto turun dari kursi presiden dan digantikan B.J. Habibie, Alex Kawilarang mendapat pengakuan atas jasanya.

Meski karena keterlibatannya di Permesta ia tak pernah memperoleh penghargaan militer seperti rekannya, pada 15 April 1999 Kawilarang akhirnya diakui sebagai salah satu tokoh pembentuk Kopassus.

Pada HUT ke-47 Kopassus, ia resmi diterima sebagai Warga Kehormatan Kopassus di Markas Kopassus Cijantung, Jakarta Timur, dan dianugerahi baret merah serta pisau komando.

Sumber: intisari.grid.id.

Penulis/editor: Felix Tendeken

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gerak Cepat PLN, Listrik di Manado Pulih 100 Persen Usai Gempa

4 April 2026 - 10:38 WITA

Bank SulutGo Perkuat Peran dalam Pendidikan, Kelola Dana Bantuan Kebanksentralan Bersama BI

2 April 2026 - 18:36 WITA

Inflasi Sulut Maret 2026 Terkendali, Terendah di Sulawesi

2 April 2026 - 17:52 WITA

PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik Pasca Gempa, Ratusan Gardu Berhasil Dinormalkan

2 April 2026 - 14:12 WITA

Pemprov Sulut Gerak Cepat Tangani Gempa, Posko Darurat Langsung Diaktifkan

2 April 2026 - 13:28 WITA

Trending di Berita Sulut
error: Dilarang Plagiarisme !!!