Menu

Mode Gelap
SMP N 7 Bolmut Terbakar Damkar Datang Setelah Api Padam

Berita Sulut

Merah Putih Berkibar di Pelabuhan Perikanan Tumumpa: Makna Kemerdekaan di Tengah Aroma Laut dan Hasil Tangkapan Nelayan

badge-check


					Merah Putih Berkibar di Pelabuhan Perikanan Tumumpa: Makna Kemerdekaan di Tengah Aroma Laut dan Hasil Tangkapan Nelayan Perbesar

Sulutnow.com, Manado — Pagi itu, Minggu (17/8/2025), kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa, Kecamatan Tuminting, terasa berbeda.

Biasanya, deru mesin kapal dan riuh pedagang ikan yang menawarkan dagangan mendominasi suasana.

Foto bersama usai upacara

Namun kali ini, dermaga seakan hening sejenak.

Semua mata tertuju pada Sang Saka Merah Putih yang perlahan naik, diiringi lantunan lagu Indonesia Raya yang menggema.

Upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di pelabuhan ini dipimpin langsung oleh Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai Tumumpa, Tommy Posumah, sebagai inspektur upacara.

Pesertanya bukan hanya jajaran pegawai pemerintah, tetapi juga Syahbandar Perikanan, Wilker PSDKP Tumumpa, pemilik dan pengurus kapal, hingga para penjual ikan yang sehari-hari mencari nafkah di kawasan pelabuhan.

Bagi mereka, kemerdekaan bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan juga tentang perjuangan sehari-hari melawan kerasnya gelombang laut dan harga ikan yang tak menentu.

“Bendera ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan adalah hasil pengorbanan. Tugas kita sekarang adalah bagaimana mengisinya dengan kerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, seperti pesan Presiden Prabowo,” ucap Tommy Posumah dalam amanatnya.

Kalimat itu terasa membumi di telinga para nelayan.

Seperti Opo, seorang nakhoda kapal berusia setengah abad, yang sudah tiga dekade melaut dari Tumumpa.

“Buat kami, kemerdekaan itu sederhana, bisa pulang membawa ikan banyak, harga jual bagus, anak-anak bisa sekolah,” katanya lirih sambil menatap ke arah bendera yang berkibar.

Tak jauh darinya, seorang ibu penjual ikan di pelabuhan, turut menjadi peserta upacara.

Ia masih mengenakan celemek yang biasa dipakainya berjualan.

“Biasanya saya sibuk menunggu ikan masuk dan dijual di sore hari. Tapi hari ini, ikut upacara rasanya bangga sekali. Kemerdekaan itu kalau dapur kami tetap berasap, anak-anak sehat, tidak kekurangan makan,” ucapnya.

Suasana khidmat itu seolah menyatukan semua orang, nelayan, pedagang, aparat, dan pengelola pelabuhan, dalam satu tekad, mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata.

Semangat gotong royong yang pernah menjadi ruh perjuangan bangsa kini hidup kembali di dermaga sederhana yang sehari-hari menjadi denyut nadi ekonomi pesisir Manado.

Seusai upacara, aktivitas pelabuhan kembali berjalan.

Kapal-kapal bersiap melaut, pedagang mulai menata ikan di lapak, dan petugas pelabuhan melanjutkan tugasnya.

Namun ada yang berbeda, wajah-wajah itu memancarkan kebanggaan.

Bahwa di balik peluh dan perjuangan hidup, mereka adalah bagian dari Indonesia yang besar, yang terus berjuang menuju Visi Indonesia Emas 2045.

Penulis/editor: Felix Tendeken

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gerak Cepat PLN, Listrik di Manado Pulih 100 Persen Usai Gempa

4 April 2026 - 10:38 WITA

Bank SulutGo Perkuat Peran dalam Pendidikan, Kelola Dana Bantuan Kebanksentralan Bersama BI

2 April 2026 - 18:36 WITA

Inflasi Sulut Maret 2026 Terkendali, Terendah di Sulawesi

2 April 2026 - 17:52 WITA

PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik Pasca Gempa, Ratusan Gardu Berhasil Dinormalkan

2 April 2026 - 14:12 WITA

Pemprov Sulut Gerak Cepat Tangani Gempa, Posko Darurat Langsung Diaktifkan

2 April 2026 - 13:28 WITA

Trending di Berita Sulut
error: Dilarang Plagiarisme !!!