Sulutnow.com, Tondano – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan pendidikan di Bumi Nyiur Melambai. Kamis (21/8/2025), Gubernur tampil sebagai narasumber utama dalam Rapat Kerja Pimpinan Universitas Negeri Manado (Unima) Tahun 2025 yang digelar di Gedung Training Centre Unima, Tondano.
Dalam paparannya bertajuk “Arah Kebijakan Pembangunan Sulawesi Utara”, Yulius menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai simpul strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang kelak menjadi penggerak utama pembangunan daerah.

“Generasi yang ditempa di kampus-kampus kita inilah yang akan menjadi nahkoda masa depan. Pembangunan Sulut tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia,” ujar Gubernur penuh semangat.
Menurut Yulius, Unima dan perguruan tinggi lainnya harus menjadi pilar utama pembangunan Sulut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan bukan hanya ditentukan oleh gedung-gedung megah, tetapi juga oleh kualitas manusia yang lahir dari dunia akademik.
“Unima kelak menjadi pilar utama pembangunan daerah. Semua ini membutuhkan kontribusi dunia akademik dalam riset, inovasi, dan pengembangan kapasitas generasi muda,” katanya.
Dalam forum yang dihadiri para pimpinan universitas, Gubernur memaparkan arah pembangunan Sulut yang akan bertumpu pada empat sektor utama:
Pariwisata berkelas dunia
Industrialisasi hijau
Kedaulatan pangan
Digitalisasi pelayanan publik
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi, kata Yulius, akan menjadi kunci lahirnya terobosan besar untuk membawa Sulut lebih maju.
“Pertemuan ini bukan sekadar rapat, tetapi titik temu antara strategi pemerintah daerah dan semangat akademisi. Jika berjalan seiring, maka Sulut akan menjadi laboratorium peradaban baru,” tegasnya.
Yulius menegaskan, pembangunan Sulut ke depan bukan hanya tentang fisik dan infrastruktur, tetapi juga tentang membangun jiwa, pikiran, dan karakter generasi penerus.
“Dengan visi dan ketegasan, saya ingin menegaskan bahwa seorang pemimpin tidak hanya birokrat, tetapi juga arsitek peradaban. Kita membangun bukan hanya fisik, melainkan juga jiwa generasi penerus,” pungkas Gubernur. (lix)










