Sulutnow.com, Manado — Suasana Wisma Negara Bumi Beringin, Senin itu, terasa berbeda dari biasanya. Aula yang biasanya digunakan untuk acara formal pemerintah daerah, hari ini dipenuhi raut wajah serius namun penuh semangat, para peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti).
Di hadapan para perwira terbaik bangsa yang tengah ditempa menjadi calon jenderal, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus hadir memberi suntikan motivasi. Bukan sekadar sambutan seremonial, tetapi wejangan kepemimpinan dari seorang pemimpin daerah yang telah melewati banyak gelombang perubahan.

Dalam paparannya, Yulius menekankan tantangan besar yang akan dihadapi para pemimpin masa depan. “Termasuk perkembangan teknologi informasi (IT) yang tak bisa dihindari,” ujarnya. Kalimat itu seolah menjadi penanda bahwa medan tempur di masa depan bukan hanya di lapangan, tetapi juga di ranah digital yang terus berkembang cepat.
Menurut Yulius, hanya pemimpin yang cerdas, adaptif, dan visioner yang mampu bertahan serta membawa organisasi dan bangsa menuju kejayaan. “Saudara-saudara adalah calon pemimpin besar, calon jenderal yang akan menentukan arah bangsa ini ke depan,” ucapnya penuh keyakinan.
Pesannya jelas: kekuatan fisik dan strategi saja tidak cukup. Seorang pemimpin harus tajam dalam berpikir, terbuka dengan kemajuan, dan mampu menjadi arsitek perubahan. “Terbuka dengan kemajuan teknologi. Pemimpin masa depan bukan hanya komandan di lapangan, tetapi juga arsitek perubahan,” tegasnya.
Yulius juga menyinggung makna leadership sejati. “Tetapi juga membangun kepercayaan, menjaga integritas, serta memberi inspirasi bagi masyarakat dan wawasan yang luas,” ujarnya. Baginya, kepemimpinan adalah soal karakter—menjadi benteng kokoh sekaligus mercusuar bangsa di tengah derasnya dinamika global.
Atmosfer motivasi yang ia sampaikan terasa membakar semangat. Para peserta Sespimti menyimak dengan penuh perhatian, sadar bahwa setiap kalimat bukan sekadar retorika, tetapi pesan yang lahir dari pengalaman panjang dan visi strategis seorang kepala daerah.
Kehadiran Gubernur Sulut di forum ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan institusi strategis negara. Lebih dari itu, ia menitipkan harapan: bahwa para calon jenderal ini, kelak, bukan hanya memimpin pasukan, melainkan juga menginspirasi bangsa. (lix)










