“Ketua Dekranasda Sulut Hadir sebagai Sahabat dan Penggerak di Balik Kiprah Pelaku UMKM di Trade Expo Indonesia 2025”
Sulutnow.com, Tangerang — Di bawah cahaya putih yang jatuh dari langit-langit gedung megah ICE BSD City, ribuan langkah berpadu dalam irama yang sibuk. Suara tawa, bahasa asing, dan aroma kopi serta rempah-rempah mengisi udara. Tapi di tengah gegap gempita Trade Expo Indonesia (TEI) 2025, ada satu sudut yang memancarkan kehangatan berbeda, namanya paviliun Sulawesi Utara.

Di sana, bukan hanya produk yang berbicara. Ada cerita, ada tangan-tangan yang bekerja dengan hati. Dan di antara mereka, hadir sosok Ibu Anik Wandriani Yulius Selvanus, Ketua Dekranasda Sulut, yang mendampingi para pelaku UMKM dengan senyum dan perhatian tulus.
Ia bergerak dari satu meja ke meja lain, menata kerajinan, mencicipi kopi buatan lokal, memastikan setiap detail tampil terbaik di hadapan pembeli dari luar negeri. Tidak ada jarak antara pemimpin dan rakyat, hanya ada semangat bersama untuk menunjukkan wajah Sulut yang penuh daya cipta.

Ibu Anik Wandriani Yulius Selvanus saat mendampingi pelaku UMKM di Pameran TEI
“UMKM Sulut punya potensi besar. Kita ingin mereka naik kelas, tidak hanya menjual produk, tapi juga membawa nilai budaya dan semangat daerah,” tutur Ibu Anik dengan nada lembut namun penuh keyakinan.
Setiap kata darinya terasa seperti energi baru bagi para pengrajin yang selama ini berjuang di balik kesederhanaan.
Apalagi sebagian dari mereka baru pertama kali menginjakkan kaki di pameran sebesar ini. Ada rasa gugup, tapi juga bangga, karena kini karya mereka mendapat tempat sejajar dengan produk-produk internasional.
Di balik kemeriahan pameran, Ibu Anik berbicara dengan bahasa yang universal, kasih dan kepedulian. Baginya, mendampingi pelaku UMKM bukan sekadar tugas, tetapi panggilan hati untuk memastikan bahwa setiap karya lokal mendapat kesempatan bersinar.
“Kita ingin UMKM Sulut dikenal karena kualitas dan keunikannya. Setiap produk punya cerita, dan itulah yang membuatnya bernilai di mata dunia,” ucapnya lagi, sambil sesekali merapikan kain tenun Bolaang Mongondow yang terpasang di sisi stan.
Hari itu, paviliun Sulut tak hanya menjadi tempat pameran produk, tetapi juga panggung kecil tentang harapan. Tentang perempuan-perempuan desa yang kini melangkah ke dunia, membawa semangat dari tanah kelahirannya.
Dan di tengah semua itu, Ibu Anik Yulius Selvanus berdiri bukan sekadar sebagai Ketua Dekranasda, tetapi sebagai simbol kelembutan yang menggerakkan ekonomi rakyat. Sebuah bukti bahwa perubahan besar kadang dimulai dari tangan yang dengan sabar menata hal-hal kecil, seperti kerajinan, senyum, dan keyakinan bahwa karya lokal pun bisa mendunia. (lix)










