Menu

Mode Gelap
SMP N 7 Bolmut Terbakar Damkar Datang Setelah Api Padam

Berita Sulut

Kepemimpinan Tanpa Banyak Bicara: Ketulusan Yulius Selvanus yang Dipuji Mendagri Tito

badge-check


					Kepemimpinan Tanpa Banyak Bicara: Ketulusan Yulius Selvanus yang Dipuji Mendagri Tito Perbesar

Sulutnow.com, Manado — Di bawah langit biru Teluk Manado, suara tepuk tangan bergema ketika Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut nama Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus. Bukan sekadar seremonial, ucapan itu terasa tulus, menggambarkan penghargaan dari pemerintah pusat terhadap sosok yang dikenal bekerja dalam diam namun berdampak besar.

Menteri Tito tak berbicara panjang lebar, tetapi setiap kalimatnya menegaskan satu hal, Sulut kini tumbuh karena kepemimpinan yang tanggap, adaptif, dan solutif. Kata-kata itu menggambarkan perjalanan seorang Yulius Selvanus yang selama ini lebih memilih turun langsung ke lapangan daripada berbicara di depan kamera.

Bagi banyak orang, pembangunan adalah deretan angka dan laporan. Namun bagi Yulius, pembangunan adalah wajah-wajah masyarakat di pesisir, nelayan di pulau-pulau terluar, dan anak-anak sekolah di perbatasan yang menunggu perhatian negara.

Maka ketika Mendagri mengatakan kepemimpinan Pak Yulius memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan, itu bukan pujian kosong. Itu pengakuan terhadap kerja keras yang tak selalu terlihat.

Tito mengingatkan bahwa kunjungan pejabat pusat ke daerah tak selalu pertanda baik. Tapi kali ini, kedatangannya ke Manado justru membawa kebanggaan tersendiri. Ia datang bukan untuk menyelesaikan masalah, melainkan melihat langsung bagaimana sebagian besar tantangan di Sulut telah ditangani dengan baik oleh sang gubernur.

Dalam suasana hangat di kawasan Megamas, Tito memuji komunikasi yang terjalin antara Pemprov Sulut dan pemerintah pusat. Menurutnya, hubungan yang harmonis itu menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan, terutama di wilayah perbatasan negara.

Pernyataannya mengalir tenang tapi penuh makna, pembangunan perbatasan bukan sekadar menjaga kedaulatan, melainkan menghadirkan rasa keadilan. Kalimat itu seolah menggambarkan semangat Yulius Selvanus yang tak hanya membangun dari pusat ke pinggiran, tetapi juga dari pinggiran ke pusat, memastikan tidak ada warga yang tertinggal, sejauh apa pun mereka tinggal dari ibu kota provinsi.

Nama Pulau Miangas pun disebut. Pulau kecil di ujung utara Nusantara itu menjadi simbol perhatian bersama. Tito menuturkan bahwa Miangas punya potensi besar, apalagi kini sudah memiliki bandara. Di sanalah, menurut Mendagri, terbentang masa depan konektivitas dan ekonomi baru yang bisa membuka peluang bagi masyarakat perbatasan.

Yulius Selvanus mendengarkan dengan tenang. Baginya, apresiasi dari pemerintah pusat bukan tujuan utama. Yang lebih penting adalah keyakinan bahwa Sulawesi Utara kini berada di jalur yang benar, sebuah provinsi yang tumbuh dengan arah jelas, kerja nyata, dan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat.

Sulut punya banyak potensi dan keunggulan, begitu kata Mendagri di penghujung sambutannya. Kalimat sederhana itu terdengar seperti amanat, sekaligus pengakuan. Bahwa di ujung utara Indonesia, ada seorang pemimpin yang bekerja tanpa banyak bicara, namun setiap langkahnya membawa perubahan nyata. (lix)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gerak Cepat PLN, Listrik di Manado Pulih 100 Persen Usai Gempa

4 April 2026 - 10:38 WITA

Bank SulutGo Perkuat Peran dalam Pendidikan, Kelola Dana Bantuan Kebanksentralan Bersama BI

2 April 2026 - 18:36 WITA

Inflasi Sulut Maret 2026 Terkendali, Terendah di Sulawesi

2 April 2026 - 17:52 WITA

PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik Pasca Gempa, Ratusan Gardu Berhasil Dinormalkan

2 April 2026 - 14:12 WITA

Pemprov Sulut Gerak Cepat Tangani Gempa, Posko Darurat Langsung Diaktifkan

2 April 2026 - 13:28 WITA

Trending di Berita Sulut
error: Dilarang Plagiarisme !!!