Sulutnow.com, Manado – Aksi pengrusakan gereja di Watuliney, Sulawesi Utara (Sulut), memantik gelombang kecaman keras dari berbagai pihak.
Salah satu yang bersuara lantang adalah Tonaas Wangko Brigade Manguni Manado, Lendy Wangke, yang menilai kejadian ini bukan insiden biasa, melainkan bentuk provokasi serius yang sengaja diarahkan untuk merusak harmoni antarumat beragama di bumi Nyiur Melambai.

Dalam pertemuan DPD Brigade Manguni Manado di Sekretariat DPD, Wangke menyampaikan pernyataan tegas yang menggetarkan ruangan.
Ia mendesak aparat Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) untuk bergerak cepat, mengungkap pelaku, dan menangkap otak provokasi yang berada di balik aksi pengrusakan tersebut.
“Kami tidak akan tinggal diam jika aparat tidak mampu menuntaskan masalah ini. Kami siapkan 1.000 pasukan termasuk pasukan khusus turun ke lokasi bersama Aparat untuk melakukan tindakan tegas terhadap provokator yang berusaha memecah belah masyarakat yang selama ini hidup rukun dan damai,” tegas Wangke dalam rapat persiapan Musda BM Manado.
Wangke menilai kejadian ini sebagai sinyal berbahaya yang tidak boleh dibiarkan.
Ia mengingatkan bahwa Sulut selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi, persaudaraan, dan kerukunan.
Pengrusakan rumah ibadah, menurutnya, adalah serangan langsung terhadap nilai-nilai tersebut.
Ia juga meminta Polda Sulut menunjukkan komitmen dan keberanian dalam menegakkan hukum.
Baginya, kedamaian tidak boleh dikorbankan karena kelemahan aparat dalam menghadapi provokator yang ingin menyulut konflik horizontal.
Selain itu, Wangke menegaskan bahwa Brigade Manguni siap berada di garis depan untuk menjaga Sulut dari ancaman disintegrasi.
Namun ia juga menekankan bahwa masyarakat perlu tetap tenang, tidak terprovokasi, dan mengedepankan dialog.
Wangke mengakhiri pernyataannya dengan seruan keras.
“Jangan biarkan provokasi merusak harmoni yang telah lama terjalin di tanah ini. Pemerintah, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat harus bersatu menjaga kedamaian dan keberagaman sebagai kekayaan bangsa Indonesia,” tegasnya.
Dengan nada tegas tersebut, Brigade Manguni Manado mengirim pesan jelas, pengrusakan rumah ibadah bukan hanya persoalan kriminal, tetapi ancaman terhadap jantung kerukunan Sulut dan mereka siap berdiri untuk menjaganya. (lix)










