Sulutnow.com, Manado – Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, SMK Negeri 5 Manado menghadirkan oase hijau yang sarat makna.
Sekolah ini resmi melaunching program penghijauan pekarangan sekolah dengan memanfaatkan lahan kosong menjadi kebun produktif yang ditanami beragam rempah-rempah, sayuran, hingga tanaman berbuah.

Bukan sekadar memperindah lingkungan sekolah, program ini dirancang sebagai bentuk edukasi nyata bagi siswa tentang kemandirian pangan, kepedulian lingkungan, dan pemanfaatan lahan secara bijak.
Kepala SMK Negeri 5 Manado, Olga Mamusung, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa berbagai jenis tanaman ditanam langsung oleh guru dan siswa.
“Semua rempah-rempah kami tanam. Mulai dari cabai, serai, tomat, jahe, kucai, kemangi, daun pandan, lidah buaya, sampai sayur gedi,” ujar Olga dengan penuh semangat.
Tak hanya tanaman dapur, pekarangan sekolah juga ditanami berbagai tanaman berbuah seperti alpukat dan jeruk.
Kehadiran tanaman-tanaman ini diharapkan bisa dimanfaatkan secara langsung, baik untuk kebutuhan sekolah maupun sebagai sarana pembelajaran praktik bagi para siswa.
Menurut Olga, program penghijauan ini melibatkan seluruh warga sekolah tanpa terkecuali.
Guru dan siswa bergotong royong menanam, merawat, dan menjaga kebun sekolah agar tetap produktif dan berkelanjutan.
“Ini adalah bagian dari program Bapak Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, tentang pemanfaatan pekarangan. Kami di SMK Negeri 5 Manado mendukung penuh program pemerintah,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebun sekolah ini juga dapat dimanfaatkan sewaktu-waktu jika ada kebutuhan mendesak, termasuk untuk tanaman obat.
“Kalau ada yang dibutuhkan, kita bisa langsung ambil dari sini. Ini sekaligus mengajarkan anak-anak bahwa alam menyediakan banyak hal, asal kita mau merawatnya,” tambahnya.
Melalui program ini, SMK Negeri 5 Manado tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam nilai, tentang kemandirian, kepedulian lingkungan, dan sinergi antara dunia pendidikan dengan kebijakan pemerintah daerah.
Langkah kecil dari pekarangan sekolah ini menjadi bukti bahwa gerakan hijau bisa dimulai dari mana saja, bahkan dari halaman sekolah, demi masa depan yang lebih lestari. (lix)










