Menu

Mode Gelap
SMP N 7 Bolmut Terbakar Damkar Datang Setelah Api Padam

Kesehatan

Di Bawah Kepemimpinan Prof Starry Rampengan, Tim RSUP Kandou Selamatkan Bayi Pengidap Kelainan Jantung Langka

badge-check


					Di Bawah Kepemimpinan Prof Starry Rampengan, Tim RSUP Kandou Selamatkan Bayi Pengidap Kelainan Jantung Langka Perbesar

Sulutnow.com, Manado – Di tengah sunyi malam yang nyaris tanpa suara, harapan itu sempat menggantung di antara hidup dan waktu.

Seorang bayi yang baru berusia dua hari, memasuki hari ketiga kehidupannya, harus berjuang menghadapi kondisi langka dan mematikan, kelainan jantung bawaan tipe biru atau Transposition of the Great Arteries (TGA).

Namun di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado, harapan tidak pernah dibiarkan padam.

Di bawah kepemimpinan Direktur Utama, Prof. Dr. dr. Starry H. Rampengan, Sp.JP(K), FIHA, FICA, FACC, FAHA, FESC, FAPSIC, MARS, tim jantung anak bergerak cepat.

Tanpa menunggu pagi, tanpa menunda waktu, tindakan penyelamatan jiwa dilakukan pada Sabtu tengah malam, 21 Maret 2026, hingga menjelang subuh pukul 03.30 Wita, Minggu (22/3/2026).

Dalam suasana penuh tekanan dan ketegangan, tim medis melaksanakan prosedur krusial Balloon Atrial Septostomy (BAS) melalui intervensi transkateter, sebuah tindakan yang menjadi satu-satunya harapan untuk menyelamatkan nyawa sang bayi.

Dipimpin oleh dokter-dokter spesialis jantung anak, yakni Dr. David Soeliongan Waworuntu, Sp.A, Subsp. Kardio(K) dan Dr. David Kaunang, Sp.A, Subsp. Kardio(K), tim bekerja dengan presisi tinggi. Mereka didukung oleh Dr. Andre Porotuo, Dr. Raymond Lumentut, Dr. Leonard Moningkey, Dr. Rika, Dr. Nadya Rompis, dan Dr. Tiara Illery, serta tim keperawatan dan anestesi yang tak kalah sigap.

Di balik alat-alat medis yang bekerja tanpa henti, ada tangan-tangan penuh dedikasi.

Suster Florence Runtunuwu, S.Kep., Ners., M.Kep, bersama Broer Jandry Mangelep dan Broer Ferry Sambur, turut menjadi bagian penting dalam proses penyelamatan tersebut, bersama seluruh tim pendukung yang memastikan setiap detik berjalan tanpa kesalahan.

Berjam-jam yang menentukan itu akhirnya membuahkan hasil.

Tindakan berjalan sukses.

Nyawa yang sempat berada di ujung batas, berhasil ditarik kembali, memberi kesempatan bagi sang bayi untuk melanjutkan hidupnya.

Keberhasilan ini bukan sekadar capaian medis, tetapi juga cerminan dari kepemimpinan yang kuat, sistem yang solid, serta budaya kerja yang mengedepankan kecepatan, ketepatan, dan empati.

Di bawah arahan Prof. Starry Rampengan, RSUP Kandou terus menunjukkan kapasitasnya sebagai pusat rujukan yang mampu menangani kasus-kasus kritis dengan standar tinggi.

Ucapan terima kasih pun mengalir kepada seluruh jajaran rumah sakit, dari direksi, manajemen, tim dokter dan perawat neonati, hingga seluruh civitas hospitalia, serta keluarga pasien yang telah memberikan kepercayaan penuh.

Bagi banyak orang, malam itu mungkin hanya bagian dari waktu yang berlalu.

Namun bagi satu keluarga, malam itu adalah titik balik, antara kehilangan dan harapan.

“Kami lihat ini adalah capaian luar biasa yang patut kita berikan penghargaan sebesar-besarnya. Tidak mudah menangani pasien dengan kelainan jantung seperti ini, dan Tim medis RSUP Prof Kandou Manado telah membuktikan, bahwa mereka adalah ahlinya,” ujar Ketua Ormas Brigade Manguni Kota Manado, Rivai Kalangi.

Peristiwa ini kembali menegaskan satu hal sederhana namun mendalam: selama ada dedikasi, keahlian, dan kerja sama yang tulus, harapan akan selalu menemukan jalannya. (lix)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Gerak Cepat PLN, Listrik di Manado Pulih 100 Persen Usai Gempa

4 April 2026 - 10:38 WITA

Bank SulutGo Perkuat Peran dalam Pendidikan, Kelola Dana Bantuan Kebanksentralan Bersama BI

2 April 2026 - 18:36 WITA

Inflasi Sulut Maret 2026 Terkendali, Terendah di Sulawesi

2 April 2026 - 17:52 WITA

PLN Gerak Cepat Pulihkan Listrik Pasca Gempa, Ratusan Gardu Berhasil Dinormalkan

2 April 2026 - 14:12 WITA

Pemprov Sulut Gerak Cepat Tangani Gempa, Posko Darurat Langsung Diaktifkan

2 April 2026 - 13:28 WITA

Trending di Berita Sulut
error: Dilarang Plagiarisme !!!