Sulutnow.com, Tomohon – Pemanfaatan energi listrik tak lagi sekadar kebutuhan dasar. Di tangan yang tepat, listrik kini menjadi penggerak ekonomi. Hal inilah yang dirasakan langsung oleh Kelompok Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Pangi Farm di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.
Berkat dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PLN (Perusahaan Listrik Negara), Pangi Farm berhasil meningkatkan produktivitas sekaligus meraih omset hingga jutaan rupiah per bulan.

Program yang dijalankan oleh PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (UID Suluttenggo) melalui PLN UP3 Manado ini menghadirkan transformasi signifikan dalam sistem peternakan yang sebelumnya masih tradisional.
#Dari Tradisional ke Modern Berbasis Listrik
Melalui bantuan tersebut, Pangi Farm kini mengadopsi berbagai teknologi berbasis listrik, mulai dari kandang modern, sistem pemanas induksi (electric brooder), pencahayaan otomatis, hingga mesin penetas telur.
Perubahan ini berdampak langsung pada efisiensi dan kualitas produksi. Siklus budidaya menjadi lebih terkontrol, angka kematian bibit ayam menurun, dan masa panen pun menjadi lebih cepat.
General Manager PLN UID Suluttenggo, Usman Bangun, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari strategi Creating Shared Value (CSV), di mana listrik diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Listrik bukan hanya untuk penerangan, tetapi juga menjadi mesin penggerak ekonomi. Keberhasilan Pangi Farm adalah bukti nyata bahwa elektrifikasi mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan pelaku usaha,” ujarnya.
#Tekan Risiko, Tingkatkan Kualitas
Sebelum mendapatkan bantuan, Pangi Farm menghadapi berbagai kendala, terutama suhu kandang yang tidak stabil dan tingginya risiko kematian bibit ayam.
Kini, dengan sistem pemanas listrik yang lebih stabil dan aman, kualitas ayam yang dihasilkan meningkat signifikan. Produk yang dihasilkan pun memiliki nilai jual lebih tinggi di pasar Sulawesi Utara.
Manager PLN UP3 Manado, Revi Aldrian, menjelaskan bahwa PLN tidak hanya memberikan bantuan peralatan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan.
“Kami memberikan edukasi tentang manajemen usaha serta penggunaan listrik yang aman. Dengan sistem yang lebih modern, produksi bisa tetap stabil meski kondisi cuaca berubah,” jelasnya.
#Jadi Contoh bagi Peternak Lain
Keberhasilan Pangi Farm kini menjadi inspirasi bagi kelompok peternak lainnya di Sulawesi Utara. Pemanfaatan teknologi listrik terbukti mampu meningkatkan daya saing usaha sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Hingga Maret 2026, PLN UID Suluttenggo terus memperluas program TJSL yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya di sektor pertanian dan peternakan.
Dengan capaian omset jutaan rupiah per bulan, Pangi Farm membuktikan bahwa kolaborasi antara BUMN dan masyarakat mampu menciptakan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara berkelanjutan.
Di tengah tantangan ekonomi, kisah ini menjadi bukti sederhana namun kuat, bahwa listrik, ketika dimanfaatkan secara produktif, mampu menyalakan harapan dan masa depan. (lix)










