Sulutnow.com, Manado – Komitmen Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, dalam membenahi sektor pendidikan kembali ditegaskan melalui langkah nyata.
Di bawah kepemimpinannya, Sulut kini menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus pemerintah pusat lewat program strategis nasional bertajuk “Sekolah Asri”.

Program ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden RI, Prabowo Subianto, sebagai upaya mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah timur seperti Sulawesi Utara.
Peluncuran program tersebut berlangsung di Manado, Selasa (21/4/2026), dengan kehadiran langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang didampingi Gubernur Yulius Selvanus.
Bagi Yulius, momentum ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah titik awal perubahan besar.
Ia menyebut program “Sekolah Asri” sebagai “oleh-oleh istimewa” dari Presiden untuk masyarakat Sulut, sebuah bentuk perhatian nyata terhadap masa depan generasi muda di Bumi Nyiur Melambai.
“Terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri atas perhatian besar bagi Sulawesi Utara. Revitalisasi ini bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi langkah strategis menciptakan lingkungan belajar yang asri, nyaman, dan kondusif,” tegas Gubernur yang disapa akrab YSK.
Di bawah komandonya, sektor pendidikan memang menjadi prioritas utama.
Yulius menyadari, kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci utama untuk mendorong kemajuan daerah sekaligus menjawab tantangan masa depan.
Ia pun tak menutup mata terhadap kondisi di lapangan. Masih ada sekolah-sekolah di berbagai kabupaten dan kota yang membutuhkan perhatian serius.
Namun, alih-alih melihat itu sebagai hambatan, Yulius justru menjadikannya sebagai pemicu percepatan.
Dengan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, ia optimistis wajah pendidikan Sulut akan berubah drastis dalam lima tahun ke depan.
“Kami yakin, dengan kolaborasi yang solid, sekolah-sekolah di Sulawesi Utara akan semakin berkualitas. Ini adalah fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya penuh keyakinan.
Langkah cepat dan responsif Yulius dalam mengawal program ini juga mendapat dukungan luas.
Kehadiran para bupati dan wali kota se-Sulut dalam peluncuran tersebut menjadi bukti kuat adanya komitmen kolektif untuk menyukseskan transformasi pendidikan.
Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pemerintah pusat akan terus mendorong pemerataan infrastruktur pendidikan hingga ke daerah-daerah, termasuk wilayah kepulauan dan pelosok di Sulut.
Program “Sekolah Asri” pun diharapkan tidak hanya memperbaiki tampilan fisik sekolah, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang lebih hidup, sehat, dan inspiratif bagi para siswa.
Di tangan kepemimpinan Yulius Selvanus, langkah ini menjadi lebih dari sekadar program.
Ia menjelma sebagai simbol keseriusan pemerintah daerah dalam menjemput masa depan, dimulai dari ruang-ruang kelas yang kini perlahan berubah menjadi lebih layak, lebih hijau, dan lebih manusiawi. (lix)










