Menu

Mode Gelap
SMP N 7 Bolmut Terbakar Damkar Datang Setelah Api Padam

Viral

Sesali Perbuatan Anaknya, Dominggus Klarifikasi dan Pastikan akan Bertanggungjawab

badge-check


					Sesali Perbuatan Anaknya, Dominggus Klarifikasi dan Pastikan akan Bertanggungjawab Perbesar

Sulutnow.com-Tak ada satu pun orang tua di dunia ini yang menginginkan anaknya menjadi seorang yang berstatus kriminal, termasuk Dominggus Mataheru, warga lingkungan VIII, Kelurahan Pandu, Kecamatan Bunaken, Kota Manado.

Dominggus di depan korban (Felix Tendeken) mengaku sangat menyesali perbuatan anaknya bernama Riko Mataheru yang mencuri bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dari dalam tanki mobil milik wartawan sulutnow.com dan pemilik mobil lainnya dengan cara membobol kolong kemudian menyedotnya menggunakan selang panjang.

“Saya menyesal anak saya melakukan hal tersebut,” kata dia kepada korban di rumah korban di lingkungan VII sekira pukul 20.00 WITA, Senin (12/8/2024).

Dominggus yang diketahui berprofesi sebagai seorang guru ini mengklarifikasi terkait informasi anaknya sering keluar masuk penjara dan ditebus olehnya.

“Itu tidak benar, sebab tidak ada buktinya. Apakah orang yang mengatakan itu bisa membuktikannya,” kata dia lagi.

Kemudian terkait kedatangan salah satu anaknya ke rumah korban pasca kejadian, itu bukan untuk meminta anaknya (pelaku) jangan dipenjarakan, melainkan untuk berdamai dengan korban.

“Jadi tidak seperti itu,” tegasnya lagi.

Meski begitu, ia memastikan anaknya akan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya sesuai prosedur hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu Felix (korban) mengaku salut dengan keberanian Dominggus untuk datang secara langsung dan meminta maaf serta klarifikasi.

“Saya memaafkan, namun pelaku tetap harus menjalani proses hukuman sesuai laporan yang telah dimasukan di Polresta Manado,” ujar anggota Manguni Cyber Troops dibawah binaan Brigjen. Pol. R. Pitra Andrias Ratulangi, S.I.K., M.M ini.

Menurutnya, hukuman tersebut bukan untuk membuat pelaku menderita, melainkan agar ada efek jerah.

Mengingat pelaku termasuk berusia sangat muda dan berkesempatan untuk meraih masa depan yang gemilang.

Sehingga ketika keluar dari dalam tahanan nanti, pelaku akan sadar dan berusaha untuk bekerja keras serta tidak melakukan perbuatan kriminal lagi.

“Yang saya sesali adalah kenapa harus anak tetangga saya yang melakukan itu, sebab selama ini saya dan orang tuannya sering bertegur sapa layaknya orang yang tinggal bertetangga,” ujar Felix.

Korban kemudian menyarankan kepada orang tua pelaku agar ketika anak tersebut keluar dari tahanan setelah menjalani proses hukum untuk didik kembali.

Orang tua pelaku kemudian mengiyakan apa yang disampaikan dan mengatakan bahwa dirinya sudah berkali-kali menyampaikan hal tersebut kepada anaknya agar kuliah sebelum terjerat kasus ini.

Bahkan pesan tersebut sudah disampaikan ketika anaknya lulus sekolah.

“Upayakan ketika sudah keluar, minimal kuliah sesuai jurusan dan keahlian yang dimiliki,” pesan korban.

Korban juga berharap agar para pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi ini untuk diseret dan mempertanggungjawabkan semua perbuatan mereka.

Termasuk mengganti segala kerugian kepada para korban. (lix)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wisata Minat Khusus Kian Diminati, Stand Up Paddle Jadi Daya Tarik Baru Sulawesi Utara

27 April 2026 - 10:28 WITA

“Bro Bara” Tampil Membumi, Siap Bawa TIDAR Sulut Lebih Dekat dengan Rakyat

26 April 2026 - 21:26 WITA

Standius Bara Prima Nahkodai TIDAR Sulut, Energi Baru Pemuda Siap Menggema dari Manado

26 April 2026 - 20:40 WITA

Pemprov Sulut Bersinar di Tangan YSK, Sabet National Governance Awards 2026 Berkat Layanan Kesehatan Unggul

24 April 2026 - 18:00 WITA

Dugaan Mafia Solar di Bitung Kian Terang, Aktivitas di Kadoodan Disebut Terbuka, Aparat Didesak Bertindak Tegas

23 April 2026 - 18:00 WITA

Trending di Hukrim
error: Dilarang Plagiarisme !!!