Sulutnow.com, Bolmut – Kegiatan pasar murah yang rencananya akan dilakukan Pemda Bolmut di Kecamatan Bintauna mendapat sorotan tajam dari tokoh pemuda Arham Datunsolang.
Menurut Arham, pasar murah bukanlah solusi jangka panjang untuk mengatasi mahalnya harga beras dan cabai di Bolmut.

“Pasar murah itu hanya sesaat, bahkan digelar lima tahun sekali. Bukan solusi untuk rakyat,” kata Arham kepada media ini, Rabu (3/7/2025).
Ia menilai, kegiatan tersebut terkesan hanya sekadar formalitas dan pencitraan pemerintah daerah.
“Emangnya beras dan cabai dari pasar murah itu bisa dimakan berapa lama oleh rakyat?” ujarnya menyindir.
Arham menjelaskan, kelangkaan beras dan cabai terjadi karena banyak masyarakat tak lagi tertarik bertani.
“Padahal Bolmut, khususnya Bintauna-Sangkub, punya irigasi besar dan lahan pertanian yang luas,” jelasnya.
Namun sayangnya, kata Arham, dukungan pemerintah terhadap petani masih sangat minim dan tidak maksimal.
“Pupuk, alat pertanian, dan benih sering kali lambat, tidak tepat sasaran, dan tidak menyeluruh,” ungkapnya.
Biaya kelola lahan juga tinggi dan hasil panen dibeli murah oleh tengkulak saat panen tiba.
Arham menegaskan, pemerintah harus hadir memberi perhatian nyata kepada petani, bukan hanya menggelar pasar murah.
“Pemerintah wajib hadir dengan program dan kebijakan yang berpihak pada petani,” tegas Arham.
Ia juga meminta modernisasi pertanian melalui penyuluh yang profesional dan pemanfaatan irigasi secara maksimal.
“Irigasi yang rusak harus segera diperbaiki dan dimanfaatkan optimal,” ujarnya lagi.
Penulis/editor: Fardiansyah Tamala










