Sulutnow.com-Di balik wajah modern dan pembangunan Sulawesi Utara (Sulut), terselip kisah kelam tentang bisnis penimbunan BBM bersubsidi yang merajalela.
Sosok NR alias Nini, yang dikenal dengan panggilan akrab “Mami” di kalangan pelaku ilegal, menjadi salah satu figur yang sangat ditakuti.

Mami, yang kerap disebut sebagai “Mafia Solar,” mampu menjalankan bisnis gelapnya dengan bebas, bahkan di depan mata aparat penegak hukum.

Foto gudang penampungan BBM bersubsidi ilegal milik Mami
Mami, yang ternyata seorang Bhayangkari, istri dari seorang purnawirawan Polri, telah lama menjadi dalang di balik penimbunan BBM jenis solar bersubsidi.
Meski banyak pihak yang menyadari operasinya, yang menakjubkan dan ironis adalah bagaimana bisnis ilegalnya tetap berjalan mulus tanpa tersentuh hukum.
Keberanian Mami dalam membuka gudang penimbunan solar di depan SPBU Warembungan hanya menambah deretan ironi ini.
Gudang tersebut bukan sekadar tempat penyimpanan, melainkan simbol keberaniannya melawan hukum.
Ribuan liter solar disedot dari SPBU hasil kerja sama dengan manajer bernama Vidy serta beberapa operator SPBU.
Armada kendaraan Mami hilir-mudik membawa solar bersubsidi, sementara aparat kepolisian seolah tak berdaya.
Kerjasama dengan pihak SPBU, di mana uang digunakan sebagai “pelicin” untuk membungkam mulut-mulut yang seharusnya bersuara, menambah kisah pilu ini.
Uang yang diterima manajer dan operator, tak hanya mengalir untuk keuntungan pribadi, tapi juga digunakan untuk “koordinasi” dengan sejumlah oknum polisi dan wartawan.
Uang menjadi senjata paling mematikan yang menutup mata keadilan.
Yang lebih mengerikan, Mami tak hanya mengoperasikan bisnis gelapnya di satu SPBU.
Dia dengan leluasa menimbun BBM solar bersubsidi dari beberapa SPBU di sepanjang jalur dari Pineleng hingga ke Manado.
Solar bersubsidi yang seharusnya digunakan untuk masyarakat kecil, dengan kejam dijual kembali ke industri dengan harga tinggi, mengambil keuntungan besar di atas penderitaan rakyat.
Mafia Solar ini bukan sekadar cerita tentang bisnis ilegal.
Ini adalah kisah tentang korupsi yang berakar, sistem yang dibiarkan rusak, dan ketidakberdayaan hukum.
Di hadapan kekuasaan, masyarakat yang seharusnya dilindungi mendapatkan BBM bersubsidi justru menjadi korban yang terlupakan.
Bisnis penimbunan BBM bersubsidi ilegal yang dikendalikan Mami menjadi bukti bahwa bahkan hukum pun dapat dibungkam oleh uang dan koneksi.
Pertanyaan besar yang muncul, mengapa sosok seperti Mami dapat berjalan bebas tanpa tersentuh hukum?
Apakah aparat penegak hukum benar-benar tak berdaya, ataukah ada kepentingan yang lebih besar yang menutupi semuanya?
Di tengah jeritan masyarakat yang semakin terhimpit oleh kenaikan harga dan sulitnya mendapatkan bahan bakar, Mami terus melenggang dengan bisnis ilegalnya.
Di depan mata Kapolda Sulut, Irjen. Pol. Dr. Roycke Harry Langie, bisnis ini seolah tak pernah berhenti.
Dan di tengah ketidakberdayaan hukum, kisah ini hanya menambah luka dalam masyarakat yang semakin kehilangan harapan.
Sulut sedang menunggu keadilan, tetapi hingga saat ini, mafia solar tetap tak tersentuh.
Integritas Kapolda Sulut dalam memberantas mafia solar dan BBM bersubsidi pun dipertaruhkan. (lix)










