Sulutnow.com, Jakarta – Sebuah video viral di media sosial mengklaim Pasha Ungu atau Sigit Purnomo Said mengundurkan diri dari DPR RI lantaran menolak “makan uang haram”. Narasi itu cepat menyebar, bahkan menuai pujian publik sebagai sikap heroik.
Video berdurasi singkat tersebut menampilkan foto lama Pasha di ruang sidang paripurna, disertai suara narasi emosional bahwa ia mundur demi menjaga integritas. Banyak warganet menyambutnya sebagai simbol keberanian politik.

Namun penelusuran lebih jauh memastikan kabar itu tidak benar.
Menurut laporan melansir dari Suara.com dan Netralnews.com, tidak ada bukti valid yang menunjukkan Pasha mengajukan pengunduran diri dari DPR. Video yang beredar hanya memanfaatkan foto lama dengan potongan suara tanpa sumber jelas.
Hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari Pasha, Partai Amanat Nasional (PAN), maupun pimpinan DPR RI. Media arus utama juga tidak pernah menyiarkan adanya pengunduran diri tersebut.
Pengamat komunikasi menilai hoaks ini mudah menyebar karena sentimen negatif masyarakat terhadap DPR masih tinggi. Narasi “ogah makan uang haram” dianggap sesuai dengan harapan publik, sehingga cepat dipercaya tanpa proses verifikasi.
“Ini contoh klasik confirmation bias, ketika orang menerima informasi hanya karena cocok dengan pandangan mereka,” kata seorang pengamat politik.
Penyebaran informasi palsu seperti ini berbahaya bagi demokrasi. Pertama, membentuk opini publik tanpa dasar fakta. Kedua, merusak kredibilitas tokoh politik. Ketiga, memecah konsensus sosial dengan narasi emosional.
Publik diimbau untuk tidak buru-buru membagikan informasi viral. Langkah bijak adalah menunggu klarifikasi resmi dari pihak terkait dan merujuk pada media terpercaya.
Klaim bahwa Pasha Ungu mundur dari DPR karena menolak uang haram dipastikan hoaks. Hingga berita ini diturunkan, Pasha masih tercatat aktif sebagai anggota DPR. (Red)










