Sulutnow.com, Manado – Gelombang kritik terhadap belum terlihatnya keberlanjutan pembangunan kolam renang Rano Wangun Sario di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di media sosial, mendapat tanggapan tegas dari Ketua KIPRA Sulut, Berty Togas, Minggu (26/4/2026).
Ia menilai, kritik yang beredar kerap digoreng renyah, dibumbui dan dikemas kepentingan tertentu serta tidak melihat proses yang sedang berjalan secara utuh.

Menurut Berty, apa yang dilakukan Gubernur Yulius Selvanus saat ini merupakan bentuk kerja nyata yang berjalan sesuai mekanisme, bukan sekadar janji tanpa arah.
Komitmen tersebut, lanjutnya, sudah terlihat sejak awal.
Pada Agustus 2025, Gubernur turun langsung meninjau Kolam Renang Sario, salah satu ikon olahraga di Kota Manado yang lama terbengkalai.
Dua bulan kemudian, ia bahkan mengambil langkah cepat dengan melakukan perbaikan awal menggunakan dana pribadi.
“Ini bukti keseriusan. Tidak banyak pemimpin yang berani memulai dari inisiatif pribadi sebelum masuk ke skema anggaran resmi,” ujar Berty Togas.
Ia menegaskan, proyek pembangunan yang menggunakan anggaran negara tidak bisa dilakukan secara instan.
Ada tahapan yang harus dilalui, mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga proses tender yang wajib berjalan transparan dan akuntabel.
“Jangan dipelintir seolah-olah tidak ada kerja. Prosesnya sedang berjalan. Ini bukan kerja hayal, melainkan kerja nyata yang mengikuti aturan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Sulut sendiri telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp12,9 miliar untuk rehabilitasi Kolam Renang Rano Wangun Sario.
Selain itu, perbaikan Lapangan KONI juga dianggarkan sekitar Rp8,4 miliar.
Berty menilai, alokasi anggaran tersebut menjadi bukti konkret bahwa program revitalisasi bukan sekadar wacana.
Saat ini, proyek berada pada tahap administrasi dan proses pengadaan sebelum masuk ke pembangunan fisik.
“Kalau dipaksakan cepat tanpa proses, justru berisiko bermasalah. Gubernur memilih jalan yang benar. Hasilnya mungkin tidak instan, tapi akan berkualitas,” katanya.
Meski demikian, ia juga mengingatkan pentingnya peran Dinas PUPR Sulut untuk lebih aktif menyampaikan progres kepada publik.
Menurutnya, kurangnya sosialisasi dapat memicu persepsi negatif di masyarakat.
Di sisi lain, Berty turut menyoroti geliat olahraga di Sulut yang dinilai semakin berkembang.
Ia bahkan menyebut Gubernur yang disapa akrab YSK layak mendapat apresiasi atas perhatian besarnya terhadap sektor tersebut.
“Melihat perkembangan saat ini, tidak berlebihan jika beliau disebut sebagai figur yang mendorong kebangkitan olahraga di Sulut,” ujarnya.
Dengan berbagai langkah yang telah ditempuh, Berty mengajak masyarakat untuk melihat pembangunan secara menyeluruh.
Menurutnya, proses yang sedang berjalan saat ini merupakan fondasi penting bagi hasil yang akan dinikmati di masa depan.
“Jangan hanya melihat yang belum tampak. Lihat juga proses besar yang sedang dikerjakan. Ini soal membangun dengan benar, bukan sekadar cepat,” pungkasnya. (lix)










