Menu

Mode Gelap
SMP N 7 Bolmut Terbakar Damkar Datang Setelah Api Padam

Politik

“Dibalik Gaji Ada Uang Rakyat”: Pesan Sunyi Gubernur Sulut untuk PPPK agar Tak Kehilangan Nurani

badge-check


					“Dibalik Gaji Ada Uang Rakyat”: Pesan Sunyi Gubernur Sulut untuk PPPK agar Tak Kehilangan Nurani Perbesar

Sulutnow.com, Manado – Kalimat itu terdengar keras, bahkan mungkin terasa menohok.

Namun di balik peringatan Yulius Selvanus kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), tersimpan pesan yang lebih dalam dari sekadar disiplin kerja, tentang siapa sebenarnya yang “membayar” birokrasi.

“Digaji uang rakyat, jangan main-main,” pesan Gubernur.

Bagi sebagian peserta orientasi, itu mungkin terdengar seperti teguran biasa.

Tapi jika ditarik lebih jauh, kalimat itu adalah pengingat bahwa setiap rupiah yang diterima aparatur, berasal dari keringat masyarakat, dari nelayan di pesisir hingga petani di lereng pegunungan.

Di ruang orientasi itu, suasana tak hanya soal materi dan aturan.

Ada semacam refleksi diam-diam, bahwa menjadi ASN bukan sekadar status, melainkan kontrak moral.

Gubernur tidak hanya bicara tentang absensi dan jam kerja.

Ia menyentil hal yang lebih mendasar, nurani dalam bekerja.

Bahwa disiplin bukan sekadar hadir tepat waktu, tapi hadir dengan tanggung jawab.

“Kekuatan provinsi ini ada pada keikhlasan,” ujarnya.

Pernyataan itu membuka sudut pandang lain, birokrasi bukan mesin dingin yang digerakkan aturan, melainkan kumpulan manusia dengan pilihan, untuk bekerja sepenuh hati atau sekadar menggugurkan kewajiban.

Orientasi PPPK yang biasanya identik dengan pengenalan tupoksi, kali ini terasa seperti ruang pembentukan karakter.

Bukan hanya soal “apa yang harus dikerjakan”, tapi “mengapa pekerjaan itu penting”.

Di tengah tuntutan pembangunan dan target RPJMD, pesan itu menjadi relevan: keberhasilan daerah tak hanya bergantung pada program besar, tapi pada hal-hal kecil, ketepatan waktu, kejujuran laporan, hingga kesungguhan melayani masyarakat.

Nama Wakil Gubernur J. Victor Mailangkay pun disebut dalam konteks kerja bersama.

Namun lagi-lagi, titik tekannya bukan pada struktur, melainkan kontribusi individu.

Menariknya, di akhir arahannya, Gubernur menyinggung wawasan kebangsaan.

Sebuah pengingat bahwa tugas ASN bukan hanya administratif, tetapi juga menjaga nilai-nilai negara.

Di situlah pesan itu menjadi utuh,
bahwa bekerja sebagai ASN bukan sekadar profesi, melainkan bentuk pengabdian.

Dan mungkin, bagi para PPPK yang hadir hari itu, kalimat yang paling membekas bukanlah yang paling keras, melainkan yang paling sederhana, bahwa di balik gaji mereka, ada harapan banyak orang. (lix)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sejumlah Nama Mencuat di Skandal Peti Ihis Belang, Publik Tanya APH Kerjaannya Apa

30 April 2026 - 12:50 WITA

Dari Kepulauan hingga Rumah Sakit Canggih: Wajah Baru Layanan Kesehatan Sulut di Era YSK

29 April 2026 - 23:13 WITA

PLN Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, Empat SPKLU Baru Resmi Beroperasi di Gorontalo

27 April 2026 - 14:29 WITA

Wisata Minat Khusus Kian Diminati, Stand Up Paddle Jadi Daya Tarik Baru Sulawesi Utara

27 April 2026 - 10:28 WITA

Gubernur Yulius Selvanus Tekankan Efisiensi Anggaran di Hari Otda ke-30: Hindari Seremonial Berlebihan

27 April 2026 - 10:07 WITA

Trending di Berita Sulut
error: Dilarang Plagiarisme !!!