Sulutnow.com, Manado – Jika dulu warga di wilayah kepulauan Sulawesi Utara (Sulut) harus menempuh perjalanan panjang demi berobat, kini cerita itu perlahan berubah.
Dalam satu tahun terakhir, arah kebijakan kesehatan di bawah kepemimpinan Yulius Selvanus atau yang disapa akrab YSK, menghadirkan pendekatan yang tak biasa, membawa layanan medis mendekat ke masyarakat, bukan sebaliknya.

Perubahan ini bukan sekadar janji politik.
Di lapangan, warga mulai merasakan kehadiran fasilitas kesehatan yang lebih mudah diakses, bahkan hingga ke wilayah terluar seperti Kepulauan Sangihe dan Talaud.
Dua unit kapal layanan kesehatan terapung kini rutin beroperasi, menjadi “rumah sakit berjalan” bagi masyarakat pesisir.
Di daratan, pembaruan juga terlihat nyata.
Rumah sakit daerah direvitalisasi, ambulans baru disiagakan, dan teknologi medis mutakhir mulai diperkenalkan.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah hadirnya layanan Digital Subtraction Angiography (DSA) di RSUD ODSK, teknologi yang sebelumnya hanya tersedia di kota-kota besar di Indonesia.
Tak hanya itu, kabar yang paling dinanti masyarakat akhirnya terwujud, RSKI Kitawaya kini resmi melayani pasien BPJS Kesehatan.
Kebijakan ini membuka akses lebih luas bagi warga untuk mendapatkan perawatan tanpa terbebani biaya besar.
Namun yang menarik, transformasi ini tidak berhenti pada infrastruktur.
Pemerintah juga menyasar sisi manusiawi layanan kesehatan.
Bantuan kursi roda untuk lansia, distribusi kacamata gratis, hingga beasiswa bagi dokter menjadi bagian dari strategi besar meningkatkan kualitas pelayanan dari hulu ke hilir.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sulut, Rima Lolong, menyebut perubahan ini sebagai hasil sinergi kuat antara pemerintah daerah dan pusat.
“Standar pelayanan sekarang bukan hanya cepat dan tepat, tapi juga ramah dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Upaya tersebut tak luput dari perhatian nasional.
Pada 2026, Sulut diganjar penghargaan National Governance Award (NGA) atas keberhasilannya meningkatkan angka harapan hidup.
Sebuah indikator penting yang menunjukkan bahwa perubahan kebijakan mulai berdampak nyata.
Kini, wajah layanan kesehatan di Bumi Nyiur Melambai tengah bertransformasi.
Dari kapal medis yang menembus lautan hingga teknologi canggih di ruang operasi, satu pesan yang ingin ditegaskan pemerintah cukup jelas, kesehatan bukan lagi layanan yang sulit dijangkau, melainkan hak yang benar-benar hadir di tengah masyarakat. (lix)










