Sulutnow.com– Suasana berbeda tampak di Kompleks Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tumumpa, Manado, Kamis (16/4/2026).
Tak hanya aktivitas bongkar muat hasil tangkapan, kawasan ini dipenuhi semangat kebersamaan lewat rangkaian kegiatan sosial yang digelar Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Mulai dari pemeriksaan kesehatan Anak Buah Kapal (ABK), pasar murah, donor darah, hingga aksi pembersihan kolam parkiran kapal, seluruh kegiatan dirancang untuk menyentuh langsung kebutuhan para nelayan.
Yang paling menarik, tim medis tidak menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.
Sebaliknya, dokter dan perawat justru “menjemput bola” dengan naik langsung ke atas kapal, memeriksa kondisi kesehatan nelayan sekaligus memastikan kebersihan lingkungan kerja mereka.
Kepala DKP Sulut, Salman Mokoginta, menegaskan bahwa pendekatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Kalau dulu nelayan yang harus ke klinik, sekarang dokter dan perawat yang datang langsung ke kapal. Ini bentuk pelayanan yang lebih dekat dan nyata,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, sebagian besar nelayan terdeteksi mengalami gangguan kesehatan seperti asam urat.
Meski demikian, para tenaga medis sangat senang dan mengaku mendapatkan pengalaman baru saat berkunjung langsung dari kapal ke kapal lainnya.
Menariknya, respons positif datang dari para tenaga medis yang terlibat.
Bahkan, program ini direncanakan akan dikembangkan lebih lanjut, termasuk layanan pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis bagi nelayan secara berkelanjutan.
Tak hanya layanan kesehatan, kegiatan ini juga menghadirkan pasar murah yang diserbu warga.
Berbagai kebutuhan pokok seperti beras, telur, dan minyak goreng dijual dengan harga terjangkau, membantu meringankan beban ekonomi masyarakat pesisir.
Di sisi lain, aksi donor darah dan pembersihan kolam parkiran kapal menjadi simbol kepedulian terhadap kesehatan sekaligus kebersihan lingkungan kawasan pelabuhan.
Menurut Salman, kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Nelayan Nasional sekaligus tindak lanjut arahan Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling, agar pemerintah terus hadir dan memberi perhatian kepada masyarakat, khususnya nelayan.
“Meski ada efisiensi anggaran, perhatian kepada nelayan tidak boleh berkurang. Mereka ini pejuang pangan yang harus kita jaga,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
DKP Sulut menggandeng Dinas Kesehatan, PMI, Dinas Ketahan Pangan, serta instansi terkait lainnya sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan optimal.
“Kegiatan ini mungkin sederhana, tapi dampaknya besar. Karena kita hadir langsung, menyapa, dan memberi solusi nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, DKP Sulut tidak hanya memberikan layanan, tetapi juga memperkuat ikatan dengan para nelayan, mereka yang setiap hari berjuang di laut demi menjaga ketahanan pangan daerah. (lix)










